Geliat Olahraga Domino di Sulteng: Ratusan Peserta Padati Markas Abidmaryadi Domino Club Palu

Semangat sportivitas dan silaturahmi para pencinta olahraga otak di Sulawesi Tengah begitu terasa dalam ajang Domino Abidmaryadi Tactical Seri 3. Sebanyak 128 pasang peserta dari berbagai daerah antusias memadati arena pertandingan untuk memperebutkan gelar juara dalam turnamen yang berlangsung sengit tersebut.

Oktober 21, 2026 - 06:00
Geliat Olahraga Domino di Sulteng: Ratusan Peserta Padati Markas Abidmaryadi Domino Club Palu
Peserta lomba domino Abidmaryadi Tacktikal foto bersama. (Foto: Istimewa)

PALU, METROSULAWESI.NET - Semangat sportivitas dan silaturahmi para pencinta olahraga otak di Sulawesi Tengah begitu terasa dalam ajang Domino Abidmaryadi Tactical Seri 3. Sebanyak 128 pasang peserta dari berbagai daerah antusias memadati arena pertandingan untuk memperebutkan gelar juara dalam turnamen yang berlangsung sengit tersebut.

Kompetisi seri ketiga ini digelar di Markas Abidmaryadi Domino Club, Kelurahan Silae, Kota Palu. Selama tiga hari berturut-turut, mulai dari tanggal 16 hingga 18 Oktober 2026, para peserta bertanding secara intensif mulai dari siang hari hingga larut malam.

Ketua Pelaksana Kegiatan, Maryadi, mengungkapkan bahwa tingginya antusiasme peserta terlihat dari keterwakilan antardaerah. Para atlet domino yang berlaga tidak hanya berasal dari Kota Palu selaku tuan rumah, melainkan juga berdatangan dari Kabupaten Sigi dan Kabupaten Donggala.

“Poin paling penting dari pelaksanaan Event Domino Abidmaryadi Tactical Seri 3 ini adalah sebagai wadah silaturahmi. Kami ingin mempererat tali persaudaraan antar-sesama pencinta domino di wilayah Kota Palu, Sigi, dan Donggala. Total ada 128 pasangan atau tim yang ikut serta meramaikan papan meja pertandingan,” ujar Maryadi saat memberikan keterangan pada Senin malam (19/10/2026).

Menariknya, turnamen ini tidak sekadar menjadi ajang kompetisi lokal biasa. Maryadi yang juga merupakan pejabat di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Donggala memanfaatkan momentum ini untuk melakukan edukasi penting terkait perkembangan regulasi olahraga domino di tanah air.

Di sela-sela jalannya pertandingan, panitia secara aktif menyosialisasikan keberadaan federasi olahraga domino nasional, yakni Olahraga Domino Indonesia (Orado). Federasi ini kini telah resmi diakui dan berada di bawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat sebagai organisasi induk resmi yang mewadahi olahraga domino di seluruh Indonesia.

Demi meningkatkan kualitas dan standar pertandingan, panitia bahkan menghadirkan langsung perangkat pertandingan berlisensi resmi. Dua wasit nasional Orado, yakni Ridwan Mahmud dan Alwi, dihadirkan untuk memimpin jalannya laga agar berjalan adil dan profesional.

Langkah ini diambil sebagai bentuk persiapan jangka panjang bagi para pemain domino di wilayah Sulawesi Tengah agar semakin familier dengan sistem dan regulasi resmi yang berlaku secara nasional.

“Selama event berjalan, kami juga gencar mengenalkan Orado kepada para peserta. Kami ingin mengedukasi bahwa ke depannya, turnamen-turnamen akan diarahkan untuk melaksanakan sistem resmi Orado. Namun untuk saat ini, para pencinta domino tidak perlu khawatir, mau main pakai sistem Pordi (Persatuan Olahraga Domino Indonesia) ataupun sistem Orado, semuanya bisa diakomodasi dengan baik,” pungkas Maryadi.

Pewarta: Tamsyir Ramli 
Editor: Udin Salim

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow