Tanam 100 Aren dan 250 Mangrove, Warga Tanalanto Perkuat Mitigasi

Upaya menghadapi dampak perubahan iklim dilakukan warga Desa Tanalanto, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, dengan menanam pohon Aren dan Mangrove di wilayah rawan banjir serta abrasi.

Sep 5, 2026 - 10:00
Tanam 100 Aren dan 250 Mangrove, Warga Tanalanto Perkuat Mitigasi
Sekitar 25 anggota Forum Aksi Iklim Desa Tanalanto bersama warga turun langsung melakukan penanaman pada Kamis pagi, 3 September 2026. (Foto: Ist)

PARIGI, METROSULAWESI.NET - Upaya menghadapi dampak perubahan iklim dilakukan warga Desa Tanalanto, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, dengan menanam pohon Aren dan Mangrove di wilayah rawan banjir serta abrasi.

Sekitar 25 anggota Forum Aksi Iklim Desa Tanalanto bersama warga turun langsung melakukan penanaman pada Kamis pagi, 3 September 2026. Penanaman difokuskan di bantaran Sungai Tanalanto, tepatnya di Dusun 5 dan Dusun 6.

Sebanyak 100 bibit Aren ditanam di sepanjang bantaran sungai. Selain menjadi bagian dari upaya mitigasi banjir, penanaman Aren juga diharapkan menjaga keberlanjutan bahan baku gula aren yang selama ini menjadi salah satu unit usaha ketahanan ekonomi masyarakat.

Usai menanam Aren, warga bergerak ke wilayah pesisir. Sebanyak 250 bibit Mangrove ditanam untuk membantu mengurangi ancaman abrasi air laut yang berpotensi merusak tambak milik warga di pesisir Desa Tanalanto.

Desa Tanalanto merupakan salah satu dari tiga desa dampingan Yayasan IPAS Indonesia di Kabupaten Parigi Moutong melalui program CERAH yang berfokus pada isu kesehatan, hak reproduksi, dan darurat iklim. Dua desa lainnya adalah Desa Torue dan Desa Tolai.

Kegiatan penanaman tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Desa Tanalanto dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), termasuk dalam penyediaan bibit mangrove.

Salah seorang warga, Herson, mengaku senang dengan adanya inisiatif Forum Aksi Iklim yang melibatkan masyarakat dan mendapat dukungan berbagai pihak.

“Penanaman Aren ini penting sekali karena di sungai ini dulu saat banjir sudah menghanyutkan beberapa rumah warga, termasuk bangunan sarang walet,” tutur Herson.

Kepala Desa Tanalanto, Sulaeman, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut optimistis bibit Aren dan Mangrove yang ditanam dapat tumbuh dengan baik.

Menurutnya, penanaman Aren merupakan usulan masyarakat karena tanaman tersebut dinilai mudah tumbuh dan memiliki daya tahan yang baik. Selain itu, masyarakat Desa Tanalanto telah lama mengolah gula Aren sehingga keberadaan tanaman tersebut memiliki nilai ekonomi bagi warga.

“Ini memang usulan dari warga karena pohon Aren ini mudah tumbuh dan tahan banting. Selain itu warga di sini sudah lama mengolah gula Aren, jadi ini bisa bermanfaat bagi warga,” katanya.

Tidak berhenti pada kegiatan penanaman, warga bersama Forum Aksi Iklim juga menyepakati pemantauan tanaman secara berkala. Bibit yang tidak tumbuh atau mengalami kerusakan akan dilakukan tambal sulam agar keberhasilan program tetap terjaga.

Penanaman Aren dan Mangrove ini diharapkan tidak hanya menjadi langkah menghadapi risiko banjir dan abrasi, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat Desa Tanalanto di tengah ancaman perubahan iklim. (*/ap)

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow