Buol Terapkan Gerakan Penghijauan Kota Berbasis Hortikultura, Setiap OPD Wajib Punya Satu Taman

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buol, Sulawesi Tengah (Sulteng), mulai menerapkan gerakan penghijauan kota berbasis sektor hortikultura untuk menciptakan lingkungan yang hijau, bersih, indah dan produktif bagi masyarakat di daerah tersebut.

Juli 25, 2026 - 09:07
Buol Terapkan Gerakan Penghijauan Kota Berbasis Hortikultura, Setiap OPD Wajib Punya Satu Taman
Bupati Buol Risharyudi Tribowo saat memimpin rakor gerakan penghijauan kota berbasis sektor hortikultura di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah. ANTARA/HO-DISKOMINFO BUOL

BUOL, METROSULAWESI.NET- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buol, Sulawesi Tengah (Sulteng), mulai menerapkan gerakan penghijauan kota berbasis sektor hortikultura untuk menciptakan lingkungan yang hijau, bersih, indah dan produktif bagi masyarakat di daerah tersebut.

"Jadi gerakan ini salah satu upaya pemerintah dalam membangun identitas daerah melalui keindahan lingkungan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat," kata Bupati Buol Risharyudi Tribowo di Biau, Kamis.

Ia mengemukakan terdapat langkah konkret pada gerakan tersebut yakni program satu kantor satu taman, penghijauan di sepanjang ruas jalan dengan tanaman pelindung dan tanaman hias, serta pengembangan taman buah yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

"Ke depan kami melakukan normalisasi saluran air, penataan ruang terbuka hijau, serta pengembangan kawasan hortikultura," ucapnya.

Ia meminta seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjalankan secara bertahap program dan gerakan penghijauan tersebut.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Buol Usman menyebutkan sudah menyiapkan pupuk dan pembinaan teknis kepada masyarakat dan pimpinan OPD.

"Tentunya keberhasilan gerakan penghijauan membutuhkan kolaborasi aktif antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, kelompok tani, dan masyarakat," sebut Usman.

Menurut dia, pentingnya pembentukan tim di setiap wilayah yang bertugas mengajak camat serta pemerintah desa berperan aktif menggerakkan partisipasi masyarakat.

"Pengembangan hortikultura ini meliputi tanaman pelindung, tanaman hias, dan tanaman buah seperti mangga, alpukat, dan rambutan," ujarnya.

Usman mengingatkan pemerintah desa segera menyiapkan lokasi pembibitan, termasuk mempercepat sosialisasi kepada masyarakat.

"Harapannya bisa tercipta lingkungan yang lebih hijau, nyaman, dan sehat, sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan tanaman hortikultura secara berkelanjutan," tuturnya. (ant)

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow