Danau Poso Menyusut 2 Cm Per Hari Pasokan Listrik Sulteng Terancam
Kondisi Danau Poso di Kecamatan Pamona Utara kini dalam status waspada setelah mengalami penurunan muka air rata-rata mencapai 2 sentimeter per hari. Penyusutan ini dipicu oleh penurunan debit Sungai Poso dan inflow (aliran air masuk) ke danau akibat musim kemarau dalam beberapa waktu terakhir.
POSO, METROSULAWESI.NET - Kondisi Danau Poso di Kecamatan Pamona Utara kini dalam status waspada setelah mengalami penurunan muka air rata-rata mencapai 2 sentimeter per hari. Penyusutan ini dipicu oleh penurunan debit Sungai Poso dan inflow (aliran air masuk) ke danau akibat musim kemarau dalam beberapa waktu terakhir.
Situasi kritis ini memicu Pemerintah Kabupaten Poso bersama PT PLN (Persero) untuk melakukan peninjauan langsung ke lapangan pada Sabtu 5 September 2026. Peninjauan dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Poso, H. Soeharto Kandar, bersama Direktur Manajemen Pembangkitan PT PLN (Persero), Rizal Calvari Marimbo. Langkah ini diambil untuk memantau ketat ketersediaan air yang menjadi sumber energi utama bagi operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Poso.
Berdasarkan prakiraan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim kemarau di wilayah tersebut berpotensi berlangsung hingga Oktober 2026. Jika tren penurunan ini terus berlanjut tanpa adanya intervensi atau curah hujan yang cukup, muka air Danau Poso diproyeksikan akan merosot lagi hingga 20 sentimeter.
Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat mendekati atau bahkan menembus batas elevasi minimum yang diizinkan. Jika batas aman ini terlampaui, pola operasi pembangkit akan terganggu, yang pada akhirnya mengancam kemampuan produksi energi dan kestabilan pasokan listrik bagi masyarakat.
Sebelum bertolak ke kawasan Danau Poso untuk berdiskusi dengan pihak PT Poso Energy, rombongan Pemkab dan PLN terlebih dahulu menginventarisasi kondisi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di Kelurahan Moengko, Kecamatan Poso Kota, sebagai langkah antisipasi.
Turut hadir dalam peninjauan strategis ini Senior Manager Pembangkitan PT PLN (Persero) Sigit Hardjono, Asisten Manager Perencanaan PLN UP3 Palu I Made Agus Ademerta, Manager ULP Poso Satria, serta jajaran pejabat Pemkab Poso dan PLN lainnya. Pemerintah dan PLN kini tengah merumuskan langkah mitigasi cepat guna menjaga stabilitas kelistrikan di tengah ancaman kekeringan ini.
Seperti diberitakan sebelumnya, akibat penurunan permukaan air danau Poso tersebut, PT Poso Energy saat ini mengatur porsi energi listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, untuk disuplai kepada PLN guna menjaga stabilitas pasokan selama menghadapi El Nino. "Kami memasok energi listrik dari PLTA Poso untuk empat provinsi di Sulawesi, sehingga perlu dilakukan pengaturan porsi sebagai strategi menjaga keandalan pasokan listrik," kata Manager PT Poso Enery Asmaruddin dihubungi dari Palu, Jumat 28 Agustus 2026.
Ia menjelaskan fenomena El Nino pada musim kemarau semester II 2026 menyebabkan berkurangnya curah hujan di wilayah Danau Poso sebagai sumber pembangkit, sehingga elevasi danau berada pada posisi lebih rendah dibandingkan musim kemarau tahun-tahun sebelumnya.
Kondisi itu, menurut Asmaruddin, memengaruhi pola operasi waduk. Akan tetapi perusahaannya berkomitmen penuh dalam mengupayakan produksi energi listrik tetap terpenuhi sesuai rencana, dengan proyeksi jika musim penghujan berlangsung pada akhir Oktober hingga Desember 2026 dengan intensitas volume hujan di atas normal.
"Jika akhir Oktober sampai Desember sudah masuk musim penghujan dengan intensitas di atas normal, produksi energi masih bisa terpenuhi sesuai rencana. Namun jika intensitas hujan di bawah normal, pasokan listrik berpotensi berkurang," ujar dia.
Ia mengemukakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi untuk mengantisipasi dampak berkurangnya curah hujan dan menjaga keberlangsungan produksi energi selama periode kemarau.
Langkah mitigasi itu yakni mengatur porsi produksi energi pada semester II dengan porsi lebih besar pada periode musim penghujan. Porsi produksi pada musim penghujan ditetapkan sebesar 55 persen, sedangkan produksi pada musim kemarau sebesar 45 persen.
Berdasarkan data Poso Energy kapasitas listrik terpasang sebesar 515 megawatt (MW) dihasilkan PLTA Poso, kemudian disalurkan dan didistribusikan oleh PLN untuk melayani kebutuhan masyarakat maupun sektor industri di Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara.
"Pengaturan porsi energi melihat kondisi nyata di lapangan dengan berbagai pertimbangan dan perhitungan teknis," kata Asmaruddin.
Ia mengatakan selain mengatur porsi energi langkah mitigasi lain yang telah dilakukan sebelumnya yakni Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada musim hujan di Mei 2026 sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan inflow atau aliran air masuk ke Danau Poso.
Reporter: Saiful Sulayapi
Editor: Udin Salim
Apa Reaksimu?

