Orado Sulteng Gelar Pelatihan Wasit, Diikuti Puluhan Peserta
Pengurus Provinsi Olahraga Domino Nasional (Orado) Sulawesi Tengah menggelar Training of Referee (TOR) atau pelatihan wasit perdana di Aula KONI Sulawesi Tengah, Kota Palu, Sabtu (5/9/2026).
PALU, METROSULAWESI.NET - Pengurus Provinsi Olahraga Domino Nasional (Orado) Sulawesi Tengah menggelar Training of Referee (TOR) atau pelatihan wasit perdana di Aula KONI Sulawesi Tengah, Kota Palu, Sabtu (5/9/2026).
Pelatihan tersebut diikuti lebih dari 40 peserta. Kegiatan ini menghadirkan Isra Prasetya Idris selaku Kepala Bidang Teknik dan Wasit Pengurus Besar (PB) Orado sebagai pemateri.
Isra mengatakan, tingginya antusiasme peserta menunjukkan olahraga domino semakin mendapat tempat di tengah masyarakat Sulawesi Tengah.
“Luar biasa antusiasnya. Artinya Orado di Sulawesi Tengah ini sangat bisa diterima masyarakat,” ujar Isra.
Menurutnya, TOR menjadi langkah penting sebelum Orado Sulteng menggelar berbagai kompetisi resmi, baik open turnamen maupun kejuaraan tingkat daerah.
Pelatihan tersebut menjadi tahap awal untuk menyiapkan perangkat pertandingan yang memahami aturan permainan sekaligus menjadi bagian dari proses mendapatkan lisensi wasit.
“Tujuannya supaya sebelum melaksanakan kompetisi yang resmi, baik itu open turnamen maupun kejuaraan-kejuaraan setempat, Pengprov Sulawesi Tengah telah melaksanakan Training of Referee,” jelasnya.
Isra menjelaskan, peserta yang mengikuti TOR tidak otomatis memperoleh lisensi wasit. Mereka harus melewati sejumlah tahapan penilaian.
Tahapan tersebut meliputi ujian teori, praktik simulasi, hingga evaluasi saat peserta memimpin pertandingan.
“Jadi hari pertama teori, hari kedua simulasi. Setelah itu kita akan lihat ketika mereka memimpin pertandingan. Apakah nanti ada penilaian setelah Pengprov memberikan data penilaian, nanti akhirnya kita akan tes lagi,” katanya.
Dalam pelatihan perdana ini, peserta mendapatkan materi dasar mengenai The Law of Domino. Materi mencakup aturan pertandingan, posisi duduk, istilah dalam pertandingan, jenis pelanggaran, struktur perangkat pertandingan, hingga kode etik wasit dan atlet.
Pembekalan tersebut diharapkan mampu melahirkan perangkat pertandingan yang profesional sehingga kompetisi Orado dapat berlangsung adil, tertib dan menarik bagi seluruh peserta.
“Kalau wasitnya profesional tentu saja pertandingannya, kompetisinya bisa berjalan fair dan bisa dinikmati oleh semua orang,” ujar Isra.
Isra menegaskan, jenjang lisensi wasit Orado dilakukan secara bertahap. Peserta yang mengikuti pelatihan perdana ini akan memulai dari jenjang lisensi C.
Mereka tidak dapat langsung memperoleh lisensi B maupun A sebelum melewati tahapan yang ditentukan.
“Semua harus melewati jenjang. Mulai dari C dulu, nanti setahun ke depan akan ada lagi untuk lisensi B, akan ada untuk lisensi A. Tapi harus dimulai dari lisensi C dulu,” katanya.
Reporter: Adi Pranata
Editor: Udin Salim
Apa Reaksimu?

