Kampung Nelayan Merah Putih di Buol Mulai Dibangun

Kampung Nelayan Merah Putih di Kabupaten Buol mulai dibangun ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Gubernur Sulteng Anwar Hafid, Selasa (25/8/2026).

Agustus 28, 2026 - 13:00
Kampung Nelayan Merah Putih di Buol Mulai Dibangun
Peletakan batu pertama pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih oleh Gubernur Anwar Hafid di Desa Tamit, Kecamatan Bunobogu, Kabupaten Buol, Selasa (25/8/2026). (Foto: Biro Adpim Pemprov Sulteng)

BUOL, METROSULAWESI.NET - Kampung Nelayan Merah Putih di Kabupaten Buol mulai dibangun ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Gubernur Sulteng Anwar Hafid, Selasa (25/8/2026).

Kampung Nelayan Merah Putih terletak di Desa Tamit, Kecamatan Bunobogu, Kabupaten Buol.

Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih merupakan program Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui penyediaan kawasan permukiman dan fasilitas pendukung aktivitas nelayan secara terpadu.

Gubernur Anwar Hafid berharap pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Buol dapat dikerjakan dengan baik, cepat, dan tepat waktu. Ia juga berharap kawasan tersebut dapat menjadi salah satu lokasi yang mendapat perhatian dalam agenda peresmian program Kampung Nelayan secara nasional.

“Kalau bisa dikerjakan bagus-bagus, cepat, tepat, dan bagus. Kita berharap nanti menjadi salah satu kunjungan Bapak Presiden pada peresmian Kampung Nelayan di seluruh Indonesia,” katanya.

Menurut Anwar Hafid, program Kampung Nelayan Merah Putih dirancang untuk menjawab berbagai persoalan yang selama ini dihadapi masyarakat nelayan, mulai dari keterbatasan fasilitas, kebutuhan bahan bakar minyak (BBM), ketersediaan es untuk hasil tangkapan, hingga persoalan pemasaran.

Karena itu, pembangunan kawasan tersebut diharapkan menghadirkan fasilitas yang terintegrasi, termasuk dermaga dan berbagai sarana pendukung lainnya, sehingga aktivitas nelayan dapat berlangsung lebih efektif dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat.

“Maunya Presiden, nelayan tidak lagi mengalami kesulitan seperti dulu. Mau membeli BBM susah, menangkap banyak ikan tetapi sulit mendapatkan es, dan pemasarannya juga susah. Karena itu lahirlah program Kampung Nelayan supaya semuanya terintegrasi,” jelasnya.

Anwar Hafid menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk terus mendorong masuknya berbagai program prioritas pemerintah pusat ke daerah. Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten menjadi penting agar setiap program pembangunan dapat memberikan manfaat langsung serta mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga menegaskan perhatian Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terhadap pembangunan infrastruktur di Kabupaten Buol. Pembangunan dan peningkatan akses jalan, kata dia, menjadi salah satu upaya strategis untuk membuka keterisolasian wilayah sekaligus memperkuat konektivitas Buol dengan daerah lainnya.

“Jangan sampai ada yang bilang Pak Gubernur lupa Buol. Saya tidak lupa Buol. Buol telah memberikan saya yang terbaik, sehingga saya tidak akan pernah lupa,” tegas Anwar Hafid.

Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur tidak hanya berkaitan dengan konektivitas antarwilayah, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mempercepat pergerakan ekonomi masyarakat. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah akan terus mendorong penyelesaian ruas-ruas jalan provinsi yang menjadi kewenangan pemerintah daerah.

Selain infrastruktur, Gubernur menekankan pentingnya keberlanjutan program pelayanan dasar bagi masyarakat, khususnya sektor pendidikan dan kesehatan. Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap komitmen Pemerintah Kabupaten Buol dalam mempertahankan program pelayanan kesehatan bagi masyarakat melalui sinergi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.

“Tujuan semua sama, rakyat harus cepat sejahtera,” ujarnya. (ril/*)

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow