Mahasiswa KKN-PK 69 Unhas Gelar GERAM untuk Tingkatkan Pengetahuan Petani Soal Pencegahan Myalgia
Mahasiswa KKN-PK 69 Universitas Hasanuddin di Kelurahan Batu, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang, melaksanakan program kerja GERAM (Gerakan Petani Melawan Myalgia) sebagai upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan pengetahuan serta keterampilan masyarakat, khususnya kelompok tani, dalam mencegah Myalgia.
SIDENRENG RAPPANG, METROSULAWESI.NET- Mahasiswa KKN-PK 69 Universitas Hasanuddin di Kelurahan Batu, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang, melaksanakan program kerja GERAM (Gerakan Petani Melawan Myalgia) sebagai upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan pengetahuan serta keterampilan masyarakat, khususnya kelompok tani, dalam mencegah Myalgia.
Kegiatan ini memberikan edukasi mengenai pengertian Myalgia, faktor risiko yang berkaitan dengan aktivitas pertanian, serta upaya pencegahan melalui penerapan prinsip ergonomi kerja dan latihan mandiri. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga posisi dan mekanika tubuh yang tepat selama bekerja guna mengurangi risiko keluhan nyeri otot dan mempertahankan kemampuan fungsional dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Program GERAM dilaksanakan dalam dua kali kegiatan, yaitu pada 22 Juli 2026 di Maccingi, Kelurahan Batu, dan 6 Agustus 2026 di Lingkungan 3 Wala, Kelurahan Batu, Kabupaten Sidenreng Rappang. Secara keseluruhan, kegiatan diikuti oleh 31 petani. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pengisian pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal peserta mengenai Myalgia dan upaya pencegahannya.
Selanjutnya, peserta memperoleh penyampaian materi secara interaktif yang membahas Myalgia, faktor risiko yang dapat muncul akibat aktivitas pertanian, serta langkah-langkah pencegahan melalui penerapan prinsip ergonomi kerja dan latihan mandiri.
Penyampaian materi kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi dan praktik langsung. Peserta diberikan contoh mengenai penerapan posisi kerja yang ergonomis serta latihan mandiri yang dapat dilakukan secara sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Setelah sesi edukasi dan praktik, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab untuk memberikan kesempatan kepada peserta dalam memperdalam pemahaman serta menyampaikan pengalaman dan keluhan yang berkaitan dengan aktivitas kerja mereka.
Kegiatan kemudian diakhiri dengan pengisian post-test sebagai evaluasi terhadap perubahan tingkat pengetahuan peserta setelah mengikuti seluruh rangkaian edukasi.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa dari 31 peserta, sebanyak 25 peserta (80,65%) mengalami peningkatan nilai pengetahuan berdasarkan perbandingan hasil pre-test dan post-test. Sementara itu, sebanyak 6 peserta (19,35%) tidak mengalami peningkatan nilai karena telah memperoleh nilai sempurna (100) sejak pre-test dan mampu mempertahankan nilai tersebut pada post-test. Dengan demikian, indikator keberhasilan kegiatan, yaitu minimal 70% peserta mengalami peningkatan nilai pengetahuan, telah tercapai dengan persentase sebesar 80,65%.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan program GERAM memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan peserta mengenai Myalgia, faktor risikonya, serta upaya pencegahannya melalui penerapan prinsip ergonomi kerja dan latihan mandiri. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong petani untuk menerapkan kebiasaan kerja yang lebih aman dan ergonomis sehingga risiko terjadinya keluhan nyeri otot akibat aktivitas pertanian dapat diminimalkan.
“Kerja Ergonomis, Otot Harmonis, Petani Tetap Aktif dan Produktif!” (*)
Apa Reaksimu?

