Mahasiswa KKN-PK 69 Unhas Laksanakan Program BESTARI untuk Tingkatkan Kewaspadaan terhadap Rabies
Mahasiswa KKN-PK 69 Universitas Hasanuddin Kelurahan Batu, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidenreng Rappang, melaksanakan program kerja BESTARI (Berdayakan Masyarakat Tani Waspada Rabies) sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mencegah serta menangani rabies.
SIDENRENG RAPPANG, METROSULAWESI.NET- Mahasiswa KKN-PK 69 Universitas Hasanuddin (Unhas) Kelurahan Batu, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidenreng Rappang, melaksanakan program kerja BESTARI (Berdayakan Masyarakat Tani Waspada Rabies) sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mencegah serta menangani rabies.
Kegiatan ini menyasar masyarakat, khususnya kelompok tani di Kelurahan Batu, dengan tujuan memberikan edukasi mengenai rabies, cara penularan, upaya pencegahan, pentingnya vaksinasi hewan, serta penanganan pertama pada luka akibat gigitan hewan penular rabies.
Edukasi ini juga menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya rabies dan pentingnya penerapan perilaku pencegahan berbasis pendekatan One Health.
Program BESTARI dilaksanakan sebanyak dua kali, yaitu pada 22 Juli 2026 di Maccingi, Kelurahan Batu, dan pada 6 Agustus 2026 di Lingkungan 3 Wala, Kelurahan Batu, Kabupaten Sidenreng Rappang. Secara keseluruhan, kegiatan diikuti oleh 31 petani.
Dalam pelaksanaannya, peserta diberikan edukasi interaktif mengenai rabies yang dilanjutkan dengan evaluasi melalui pre-test dan post-test untuk mengetahui peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti kegiatan. Selain penyampaian materi, kegiatan juga dilengkapi dengan demonstrasi penanganan pertama luka gigitan hewan penular rabies, khususnya mengenai langkah mencuci luka dengan benar.
Melalui kegiatan ini, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya melakukan penanganan awal secara tepat setelah terjadi gigitan serta pentingnya vaksinasi hewan sebagai salah satu langkah pencegahan rabies.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa dari 31 peserta, sebanyak 25 peserta (80,65%) mengalami peningkatan nilai pengetahuan berdasarkan hasil Pre-Test dan Post-Test.
Sementara itu, sebanyak 6 peserta (19,35%) tidak mengalami peningkatan nilai karena telah memperoleh nilai sempurna (100) pada Pre-Test dan mampu mempertahankan nilai tersebut pada Post-Test.
Dengan demikian, indikator keberhasilan kegiatan, yaitu ≥70% peserta mengalami peningkatan nilai pengetahuan, telah tercapai dengan persentase sebesar 80,65%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kegiatan edukasi BESTARI mampu meningkatkan pemahaman peserta mengenai rabies, pencegahannya, serta penanganan pertama setelah gigitan hewan penular rabies.
“Waspada Rabies, Wujudkan One Health Bersama BESTARI.” (*)
Apa Reaksimu?

