Yonif 714/SM Kini Berusia 21 Tahun
Yonif 714/SM atau Batalyon Infanteri 714/SM adalah satuan militer infanteri TNI Angkatan Darat di bawah komando Korem 132/Tadulako, Kodam XXIII/Palaka Wira.
POSO, METROSULAWESI.NET - Yonif 714/SM atau Batalyon Infanteri 714/SM adalah satuan militer infanteri TNI Angkatan Darat di bawah komando Korem 132/Tadulako, Kodam XXIII/Palaka Wira.
Markas komando batalyon ini terletak di Desa Maliwuko, Kecamatan Lage, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah yang berdiri pada tanggal 22 Agustus 2005.
Yonif 714/Sintuwu Maroso (Yonif 714/SM) Memiliki Semboyan: Waspada Berhasil Maroso. Kini ditanggal 22 Agustus, Yonif 714/ MS berusia 21 tahun. Berfungsi sebagai satuan organik pemukul penugasan strategis dibawah Korem 132/Tadulako.
Yonif 714/ SM secara berkala mengirimkan prajuritnya untuk tugas pengamanan perbatasan (Pamtas) baik di wilayah pulau terluar maupun penugasan sektor di wilayah Papua.
Letkol Inf Supriyanto Darmansyah, M.Han., kini menjabat sebagai Komandan Yonif 714/SM.
Peran penting Yonif 714/SM, bukan hanya sebagai satuan tempur, tetapi juga garda terdepan menjaga keamanan di Poso dan sekitarnya.
Yonif 714/ SM tidak hanya menjaga stabilitas, tetapi juga mitra masyarakat dalam membangun kepercayaan, memperkuat persatuan, serta menumbuhkan cinta tanah air.
Ditekankan, agar seluruh prajurit Yonif 714/SM menjaga soliditas, meningkatkan keimanan, menjalin sinergi dengan seluruh komponen bangsa, serta menjunjung tinggi nama baik satuan melalui disiplin dan dedikasi.
Teranyar, sebanyak 450 prajurit Batalyon Infanteri 714/Sintuwu Maroso (SM) Poso diberangkatkan menuju Papua untuk menjalankan tugas negara menjaga wilayah perbatasan, Jumat 27 Maret 2026.
Danrem 132 Tadulako Brigjen Deni Gunawan saat melepas 450 prajurit menuju Papua berpesan agar seluruh personel menjaga profesionalisme sebagai prajurit TNI Angkatan Darat sekaligus pelindung masyarakat di wilayah penugasan.
“Prajurit TNI AD mengemban amanah besar menjaga kedaulatan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.
Ratusan prajurit tersebut dijadwalkan bertugas di wilayah perbatasan Papua selama kurang lebih satu tahun ke depan.
Reporter: Saiful Sulayapi
Editor: Udin Salim
Apa Reaksimu?

