Hari Jadi Daerah, Jangan Hanya Menjadi Pesta Pemerintah

Oleh: Akhsan Intje Makkah)*

Sep 20, 2026 - 20:34
Hari Jadi Daerah, Jangan Hanya Menjadi Pesta Pemerintah
Akhsan Intje Makkah.

ADA kebiasaan yang patut kita evaluasi dalam setiap perayaan hari jadi daerah. Pemerintah bersama jajaran dan kelompok-kelompok yang terlibat dalam kegiatan resmi biasanya tampak paling aktif merayakannya. Sementara masyarakat luas sering kali justru merasa tidak memiliki kaitan langsung dengan momentum tersebut.

Tidak sedikit warga yang baru mengetahui daerahnya sedang memperingati hari jadi ketika melihat panggung hiburan, pertunjukan musik atau kegiatan yang bersifat tontonan. Seolah-olah ukuran sebuah perayaan adalah semaraknya acara hiburan.

Padahal, hari jadi daerah bukan sekadar tanggal yang diperingati setiap tahun. Di dalamnya terdapat sejarah perjalanan daerah, perjuangan para pendahulu, perubahan yang telah terjadi, serta harapan tentang masa depan. Karena itu, masyarakat semestinya tidak hanya ditempatkan sebagai penonton, tetapi menjadi bagian penting dari perayaan itu sendiri.

Menghidupkan Kembali Sejarah

Contohnya Hari Jadi Kota Palu. Momentum ini semestinya dapat menjadi kesempatan untuk mengajak masyarakat mengenal kembali sejarah kotanya, tokoh-tokoh yang berjasa, perkembangan masyarakat dari masa ke masa, sekaligus membicarakan berbagai persoalan dan cita-cita Kota Palu ke depan.

Hari jadi seharusnya tidak hanya berbicara tentang usia sebuah daerah, tetapi juga tentang perjalanan masyarakat yang hidup di dalamnya.

Sosiolog dari Universitas Tadulako, Dr. Rismawati, menilai pemerintah daerah selama ini belum maksimal melibatkan warga dalam momentum hari jadi daerah. Menurutnya, keikutsertaan masyarakat masih lebih banyak terbatas sebagai penonton.

Ia juga menyayangkan pemerintah yang dinilainya kurang memberi ruang terhadap masukan masyarakat mengenai penandaan hari jadi. Menurut Rismawati, momentum tersebut cenderung dilihat dari sisi administratif, sementara aspek historis dan sosiokultural belum mendapat perhatian yang memadai.

Pandangan tersebut penting menjadi bahan evaluasi. Sebab, hari jadi daerah pada hakikatnya bukan semata-mata urusan administratif pemerintah. Ada sejarah dan identitas masyarakat yang ikut membentuk perjalanan daerah tersebut.

Tidak Harus Mahal

Perayaan hari jadi juga tidak harus selalu identik dengan acara besar yang menghabiskan anggaran. Justru kegiatan sederhana yang melibatkan masyarakat secara langsung bisa memberikan makna yang lebih kuat.

Kegiatan di tingkat kelurahan, misalnya, dapat dikembangkan melalui lomba sejarah lokal, pameran foto dan arsip lama, pertunjukan seni tradisional, diskusi warga, napak tilas sejarah, hingga kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan.

Dengan cara seperti itu, masyarakat tidak hanya datang menonton, tetapi ikut mengenal, merasakan dan menghidupkan sejarah daerahnya.

Pemerintah memang memiliki tanggung jawab menyelenggarakan dan memfasilitasi peringatan hari jadi. Namun, ruh perayaan seharusnya tumbuh dari seluruh masyarakat.

Sebab, daerah bukan milik pemerintah. Pemerintah hanya mendapat amanah untuk mengelolanya. Daerah adalah rumah bersama seluruh warganya.

Jangan Hanya Dikenal karena Panggung Hiburan

Karena itu, sudah saatnya pola perayaan hari jadi daerah dievaluasi. Jangan sampai masyarakat hanya mengetahui bahwa daerahnya sedang berulang tahun karena ada panggung hiburan.

Masyarakat perlu mengetahui mengapa hari jadi itu diperingati, bagaimana sejarahnya, siapa saja yang berperan dalam membangun daerah, serta apa yang hendak dicapai untuk masa depan.

Hari jadi daerah seharusnya menjadi ruang untuk mempertemukan pemerintah dengan masyarakat, sejarah dengan masa kini, serta cita-cita masa lalu dengan harapan masa depan.

Jika perayaan mampu melibatkan masyarakat secara lebih luas, maka hari jadi tidak akan berhenti sebagai seremoni tahunan. Ia dapat menjadi momentum untuk memperkuat rasa memiliki, kebanggaan, kepedulian dan kecintaan masyarakat terhadap daerahnya.

Hari jadi daerah bukan hanya hari ulang tahun pemerintah. Hari jadi daerah adalah hari jadi kita semua.

*(Penulis mantan Komentator RRI Palu

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow