Pezeshkian: Iran Sedang Hadapi Perang Berskala Penuh

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan negaranya saat ini sedang menghadapi "perang berskala penuh" di bidang ekonomi, militer, dan keamanan, tetapi pemerintahnya berkomitmen penuh untuk mengatasi seluruh kesulitan tersebut.

Agustus 24, 2026 - 10:23
Pezeshkian: Iran Sedang Hadapi Perang Berskala Penuh
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan pidato dalam konferensi "Perempuan Masa Kini, Iran Masa Depan" di Teheran, Iran, pada 18 Agustus 2026. ANTARA/Iranian Presidency - Anadolu Agency /pri.

ISTANBUL, METROSULAWESI.NET- Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan negaranya saat ini sedang menghadapi "perang berskala penuh" di bidang ekonomi, militer, dan keamanan, tetapi pemerintahnya berkomitmen penuh untuk mengatasi seluruh kesulitan tersebut.

"Kami sedang menghadapi perang ekonomi, militer, dan keamanan berskala penuh," kata Pezeshkian dalam pidato yang disiarkan kantor berita milik Iran, IRNA, pada Minggu (23/8).

Pernyataan itu disampaikan Pezeshkian menyatakan hal itu untuk menanggapi ancaman sanksi ekonomi terbaru yang disampaikan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

"Trump dengan mudah mengatakan AS akan menjatuhkan sanksi paling berat atau paling mengerikan kepada Iran," tambahnya.

Pezeshkian menegaskan Iran tetap berdiri teguh dan berusaha melayani masyarakat di tengah situasi perang yang tidak seimbang, sekaligus menolak anggapan musuh bahwa Iran akan runtuh akibat tekanan eksternal.

"Musuh menilai jika Iran jatuh, maka negara ini akan menjadi seperti Venezuela. Hal itu tidak terjadi, Iran justru menjadi kekuatan yang mengagumkan lewat perlawanan dan solidaritas," tegas Pezeshkian.

Pemerintah Iran juga terus bekerja keras menjaga persatuan nasional guna menghindari perpecahan internal di tengah eskalasi tekanan ekonomi dan keamanan yang kian meningkat.

Iran dan AS menandatangani nota kesepahaman pada Juni, lewat mediasi Pakistan dan Qatar, untuk mengakhiri permusuhan yang dimulai pada Februari. Dalam kesepahaman itu, keduanya sepakat untuk melanjutkan negosiasi menuju kesepakatan akhir.

Namun, ketegangan kedua negara kembali memuncak setelah perundingan tindak lanjut nota kesepahaman antara Iran dan AS menemui jalan buntu akibat perselisihan skema navigasi di Selat Hormuz. (ant)

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow