Gandeng FKUB, Bhabinkamtibmas di Parimo Dibekali Pemahaman Moderasi Beragama

Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah berkolaborasi dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulteng menggelar Sosialisasi Penguatan Moderasi Beragama bagi personel Bhabinkamtibmas di Aula Pesat Gatra Polres Parigi Moutong (Parimo), Selasa (22/9/2026).

Sep 24, 2026 - 14:00
Gandeng FKUB, Bhabinkamtibmas di Parimo Dibekali Pemahaman Moderasi Beragama
Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Sulteng, Kombes Pol. Sirajuddin Ramly (tengah), Ketua FKUB Sulteng, KH. Zainal Abidin (kiri) dan Kapolres Parigi Moutong. (Foto: Ist)

PARIGI MOUTONG, METROSULAWESI.NET - Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah berkolaborasi dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulteng menggelar Sosialisasi Penguatan Moderasi Beragama bagi personel Bhabinkamtibmas di Aula Pesat Gatra Polres Parigi Moutong (Parimo), Selasa (22/9/2026).

Kegiatan strategis ini merupakan implementasi nyata dari Nota Kesepahaman (MoU) yang telah disepakati kedua lembaga. Tujuannya adalah membekali personel Bhabinkamtibmas sebagai garda terdepan Polri dengan pemahaman toleransi yang kuat dan moderat, demi menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif di wilayah Kabupaten Parigi Moutong.

Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Sulteng, Kombes Pol. Sirajuddin Ramly, menegaskan bahwa Bhabinkamtibmas memiliki peran yang sangat krusial karena bersentuhan langsung dengan keragaman suku, ras, bahasa, dan agama di tingkat desa maupun kelurahan.

“Melalui sosialisasi ini, personel Bhabinkamtibmas diharapkan mampu memberikan penyuluhan dan edukasi, menjadi mediator, agen perdamaian, sekaligus pilar dalam merawat harmoni serta secara aktif menangkal paham radikalisme di wilayah binaan masing-masing,” ujar Kombes Pol. Sirajuddin.

Menjadi Ujung Tombak Kedamaian

Senada dengan hal itu, Ketua FKUB Sulteng, KH. Zainal Abidin, yang hadir sebagai pemateri menyebut Bhabinkamtibmas sebagai figur ideal untuk menanamkan nilai-nilai toleransi secara langsung di tengah warga.

"Dengan penguatan moderasi beragama ini, Bhabinkamtibmas diharapkan bisa menjadi ujung tombak dalam menyuarakan kedamaian dan toleransi di masyarakat," jelas Guru Besar Pemikiran Islam Kontemporer tersebut.

Prof. Zainal Abidin menekankan bahwa esensi moderasi beragama berada pada ranah sosiologis, yaitu bagaimana mempraktikkan cara beragama yang bijaksana, damai, toleran, dan menghargai perbedaan tanpa harus mengorbankan keyakinan masing-masing. Menurutnya, perbedaan keyakinan sama sekali tidak boleh memicu perselisihan maupun pertikaian.

"Jika pemahaman seperti ini diresapi masyarakat secara baik, saya kira harapan kita semua suatu saat nanti Sulawesi Tengah betul-betul menjadi daerah yang damai, aman, dan sejahtera," imbuhnya.

Penguatan Empat Pilar Kebangsaan

Selain membahas aspek keagamaan, kegiatan ini juga memperkuat wawasan kebangsaan para personel. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulteng, Rachman Ansyari, turut hadir sebagai narasumber dan menyampaikan materi mendalam mengenai Empat Pilar Kebangsaan.

Agenda sosialisasi ini juga dihadiri oleh jajaran pengurus FKUB Provinsi Sulteng dan Kabupaten Parigi Moutong, perwakilan Badan Kesbangpol Kabupaten Parigi Moutong, serta Wakapolres Parigi Moutong yang hadir mewakili Kapolres, bersama sejumlah pejabat teras Ditbinmas Polda Sulteng dan Polres Parigi Moutong. (*)

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow