12 Desa Mulai Disurvei untuk Kampung Nelayan Merah Putih
Tim survei gabungan dijadwalkan mulai meninjau 12 titik lokasi rencana pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di wilayah Kabupaten Donggala. Langkah ini dilakukan setelah seluruh tim, termasuk perwakilan yayasan pendamping dan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perikanan, mencapai kesepakatan dalam rapat koordinasi di Kantor Dinas Perikanan Donggala.
DONGGALA, METROSULAWESI.NET - Tim survei gabungan dijadwalkan mulai meninjau 12 titik lokasi rencana pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di wilayah Kabupaten Donggala. Langkah ini dilakukan setelah seluruh tim, termasuk perwakilan yayasan pendamping dan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perikanan, mencapai kesepakatan dalam rapat koordinasi di Kantor Dinas Perikanan Donggala.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Donggala, Ali Assegaf, mengonfirmasi bahwa peninjauan lapangan ini difokuskan untuk mematangkan persiapan proyek strategis nasional usulan tahun anggaran 2027 mendatang. Penentuan titik-titik tersebut didesain menggunakan pendekatan baru yang lebih inklusif dan multi-sektoral agar fasilitas yang dibangun benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat pesisir.
Adapun 12 lokasi yang menjadi target survei tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Donggala, antara lain: Kecamatan Banawa Selatan: Desa Surumana, Kecamatan Banawa: Loli Tasiburi, Kecamatan Sindue: Salumbone dan Oti, Kecamatan Tanantovea: Wombo, Kecamatan Balaesang: Labean, Kecamatan Balaesang Tanjung: Palau, Kecamatan Sojol: Sioyong dan Tonggolobibi, dan Wilayah Pantai Barat lainnya: Desa Pesik dan Ogoamas 2
"Untuk memastikan tidak terjadi miskomunikasi di lapangan, setiap titik lokasi akan dikawal oleh tim gabungan yang terdiri dari satu personel surveyor profesional serta dua petugas dari UPTD Perikanan," ujar Ali Assegaf saat ditemui di ruang kerjanya.
Tim ini diwajibkan melakukan koordinasi intensif dengan kepala desa dan tokoh masyarakat setempat sepanjang proses verifikasi kelayakan tempat.
Lebih lanjut, Ali menegaskan bahwa program KNMP 2027 ditekankan untuk memprioritaskan asas manfaat hulu-hilir bagi nelayan tradisional. Survei lapangan ini tidak hanya mengukur kelayakan fisik lahan, melainkan juga menyerap langsung aspirasi warga terkait jenis bantuan sarana produktif yang paling mendesak.
"Kami berharap kepentingan utama masyarakat pesisir dapat terakomodir secara tepat sasaran. Jika warga di lokasi tersebut membutuhkan alat tangkap spesifik, tim harus menanyakan langsung model dan jenis apa yang sesuai dengan karakteristik wilayah melaut mereka agar bantuan pemerintah nantinya tidak mubazir," pungkasnya.
Pewarta: Tamsyir Ramli
Editor: Udin Salim
Apa Reaksimu?

