Pimpin HUTDA Buol Ke-27, Gubernur Tekan Tiga Pilar Kemajuan Buol
Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., memimpin langsung upacara peringatan Hari Ulang Tahun Daerah (HUTDA) ke-27 Kabupaten Buol sebagai Inspektur Upacara di Lapangan Kantor Bupati Buol, Senin (12/10/2026). Kehadiran orang nomor satu di Sulawesi Tengah ini menjadi momentum krusial untuk mempererat sinergi pembangunan antara pemerintah provinsi dan daerah berjuluk Kota Berkah tersebut.
BUOL, METROSULAWESI.NET - Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., memimpin langsung upacara peringatan Hari Ulang Tahun Daerah (HUTDA) ke-27 Kabupaten Buol sebagai Inspektur Upacara di Lapangan Kantor Bupati Buol, Senin (12/10/2026). Kehadiran orang nomor satu di Sulawesi Tengah ini menjadi momentum krusial untuk mempererat sinergi pembangunan antara pemerintah provinsi dan daerah berjuluk Kota Berkah tersebut.
Upacara yang berlangsung khidmat sejak pukul 09.30 WITA ini diwarnai aksi simpatik dari sang Gubernur. Mengingat cuaca di lokasi yang sangat menyengat, Anwar Hafid menunjukkan empati tinggi kepada para peserta dengan memilih menunda pembacaan pidato resminya demi keselamatan fisik barisan upacara.
"Saya akan membacakan sambutan setelah barisan bubar, mengingat terik matahari yang sangat panas," ujar Anwar Hafid langsung dari podium upacara, sebuah keputusan taktis yang menuai apresiasi dari ribuan peserta yang hadir.
Dalam substansi arahannya, Gubernur Anwar Hafid menekankan tiga pilar utama yang harus menjadi fokus Pemerintah Kabupaten Buol dalam menatap masa depan. Yaitu: Pertama, kemajuan daerah tidak boleh hanya diukur dari pembangunan fisik kosmetis atau angka-angka di atas kertas. Kemajuan sejati adalah ketika pelayanan publik berkualitas, jaminan kesehatan, dan fasilitas pendidikan yang setara dapat dirasakan langsung hingga ke masyarakat pelosok desa.
Kedua, lanjut gubernur, di usia ke-27, Buol harus bertransformasi menjadi daerah yang mandiri secara ekonomi. Kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk mengoptimalkan potensi lokal yang luar biasa di bidang pertanian, perkebunan, dan pengelolaan sumber daya alam terintegrasi.
Ketiga, arus modernisasi dan daya saing daerah tidak boleh menggerus jati diri lokal. Nilai-nilai adat, tradisi, dan semangat kebersamaan masyarakat Buol wajib dijaga sebagai benteng pertahanan sosial sekaligus identitas kemajuan daerah.
Gubernur mengingatkan agar seluruh pemangku kepentingan segera menerjemahkan kebersamaan seremonial di lapangan upacara menjadi kerja nyata dan kebijakan publik yang berdampak luas.
Rangkaian kunjungan kerja Gubernur di Kabupaten Buol dimulai sejak pagi hari. Tiba melalui jalur udara pada pukul 07.00 WITA, Anwar Hafid bersama rombongan provinsi terlebih dahulu bertolak menuju Istana Raja Buol untuk mengikuti ritual penyambutan adat tertinggi sebelum menuju lokasi upacara.
Upacara HUTDA ke-27 ini dihadiri oleh jajaran petinggi daerah, termasuk Bupati Buol H. Risharyudi Triwibowo, Wakil Bupati Moh Nasir DJ Daimaroto, Kapolres Buol AKBP Irwan, jajaran Forkopimda, instansi vertikal, pimpinan OPD, serta para tokoh adat dan tokoh masyarakat setempat. Momentum ini sekaligus menjadi ajang refleksi bersama untuk mengevaluasi peta jalan pembangunan Kabupaten Buol agar semakin berdaya saing ke depan. (ril/*)
Apa Reaksimu?

