Tolitoli Juara Umum Kejurprov PBSI Sulteng, Gufran Ahmad Bidik Medali PON 2028

PBSI Tolitoli merebut juara umum Kejurprov Sulteng 2026. PBSI Sulteng mulai membidik medali PON 2028 dan mengupayakan Satelit Djarum di Palu.

Nov 7, 2026 - 11:12
Tolitoli Juara Umum Kejurprov PBSI Sulteng, Gufran Ahmad Bidik Medali PON 2028
Foto: dok PBSI Sulteng

Palu, Metrosulawesi.net – Kabupaten Tolitoli keluar sebagai juara umum Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Bulutangkis PBSI Sulawesi Tengah 2026. Prestasi tersebut menjadi gambaran positif hasil pembinaan bulutangkis di daerah sekaligus modal menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026 di Morowali.

Kontingen Tolitoli yang diperkuat para atlet terbaiknya tampil konsisten sepanjang Kejurprov yang berlangsung di GOR Siranindi Palu. Di bawah kepemimpinan H. Syukri dan arahan pelatih Supardi, Tolitoli berhasil mengungguli kontingen lainnya hingga berhak membawa pulang predikat juara umum.

Kota Palu menempati posisi kedua, sedangkan Kabupaten Banggai berada di peringkat ketiga.

Tidak hanya mengantarkan Tolitoli sebagai juara umum, Supardi juga mendapat penghargaan sebagai pelatih terbaik pada Kejurprov PBSI Sulteng 2026.

Sementara itu, PBSI Buol mendapat penghargaan sebagai Pengkab PBSI dengan pengelolaan data Sistem Informasi (SI) terbaik.

Ketua Umum PBSI Sulawesi Tengah, Gufran Ahmad, menilai Kejurprov memiliki arti penting bagi perkembangan prestasi bulutangkis di daerah. Menurutnya, kejuaraan tersebut bukan sekadar arena perebutan gelar, tetapi menjadi instrumen untuk mengukur sejauh mana pembinaan atlet berjalan di masing-masing kabupaten dan kota.

“Seluruh Pengkab dan Pengkot PBSI harus mulai mempersiapkan atletnya untuk menghadapi Porprov 2026 di Morowali. Kita berharap melalui pembinaan yang baik, prestasi bulutangkis Sulawesi Tengah semakin meningkat,” kata Gufran.

Menurut Gufran, momentum Kejurprov harus segera ditindaklanjuti dengan program pembinaan yang lebih terarah. Kompetisi secara rutin dinilai penting untuk menjaga performa sekaligus memberikan pengalaman bertanding kepada atlet.

Bidik Medali PON 2028

PBSI Sulteng juga mulai memasang target lebih tinggi. Tidak hanya ingin mendominasi kompetisi regional, organisasi tersebut menargetkan cabang bulutangkis mampu menyumbangkan medali bagi Sulawesi Tengah pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Gufran menegaskan, target tersebut membutuhkan proses panjang dan tidak bisa dicapai secara instan. Karena itu, pembinaan atlet harus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan pengurus, pelatih, atlet, serta dukungan pemerintah daerah.

“Kita berharap pada PON 2028 nanti, Sulawesi Tengah bisa mendapatkan medali dari cabang olahraga bulutangkis. Ini menjadi target bersama yang harus kita perjuangkan mulai sekarang,” tegasnya.

Target tersebut sekaligus menjadi pekerjaan rumah bagi PBSI Sulteng untuk memperkuat sistem pembinaan, terutama dalam menemukan dan mengembangkan atlet-atlet muda potensial dari seluruh kabupaten dan kota.

Dorong Satelit Djarum di Palu

Untuk memperkuat ekosistem pembinaan, PBSI Sulteng juga tengah mengupayakan hadirnya Satelit Djarum di Kota Palu.

Gufran mengatakan, keberadaan pusat pembinaan tersebut diharapkan dapat memberikan akses lebih luas bagi atlet muda Sulawesi Tengah untuk mendapatkan pelatihan yang lebih terarah.

“Kami sedang mengupayakan agar Satelit Djarum bisa dibuka di Palu, Sulawesi Tengah. Ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pembinaan dan memberikan kesempatan kepada atlet-atlet muda kita berkembang,” ungkapnya.

Menurutnya, jika rencana tersebut terealisasi, kehadiran Satelit Djarum dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat fondasi pembinaan atlet sejak usia muda.

Tolitoli Tak Ingin Cepat Puas

Pelatih PBSI Tolitoli, Supardi, menyambut positif keberhasilan anak asuhnya merebut gelar juara umum.

Ia menyebut prestasi tersebut merupakan hasil dari proses latihan, kedisiplinan, kekompakan tim, serta dukungan jajaran pengurus PBSI Tolitoli di bawah kepemimpinan H. Syukri.

Supardi menilai Kejurprov menjadi ajang penting bagi atlet Tolitoli untuk mengukur kemampuan sekaligus mendapatkan pengalaman menghadapi persaingan antardaerah.

Namun, ia mengingatkan para atlet agar tidak terlena dengan keberhasilan tersebut.

“Prestasi ini harus menjadi motivasi untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan. Jangan cepat puas karena masih banyak kejuaraan yang harus dihadapi,” ujarnya.

Hasil Kejurprov PBSI Sulawesi Tengah 2026 menempatkan Tolitoli sebagai juara umum, disusul Kota Palu sebagai juara kedua dan Kabupaten Banggai di posisi ketiga.

Gelar tersebut menjadi modal penting bagi Tolitoli sekaligus sinyal bahwa persaingan bulutangkis antardaerah di Sulawesi Tengah semakin kompetitif menjelang Porprov 2026 di Morowali. (ap) 

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow