Pendidikan Politik Kesbangpol Palu Sasar Mahasiswa dan Komunitas Disabilitas

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Palu menyasar mahasiswa dan komunitas penyandang disabilitas dalam kegiatan pendidikan politik berbasis Pancasila tahap kedua tahun 2026.

Nov 7, 2026 - 09:38
Pendidikan Politik Kesbangpol Palu Sasar Mahasiswa dan Komunitas Disabilitas
Kegiatan pendidikan politik berbasis Pancasila tahap kedua tahun 2026 oleh Badan Kesbangpol Kota Palu, Kamis (5/11/2026). (Foto: Dok/ Hamid)

PALU, METROSULAWESI.NET - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Palu menyasar mahasiswa dan komunitas penyandang disabilitas dalam kegiatan pendidikan politik berbasis Pancasila tahap kedua tahun 2026.

Kegiatan ini digelar untuk memperkuat pemahaman demokrasi yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam kehidupan politik.

Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Kesbangpol Kota Palu, Kamis (5/11/2026), dengan melibatkan peserta dari Yayasan Merah Putih Berkarya dan Komunitas Gerakan Inklusi untuk Banua Muslim Tuli Berdaya (GIUBMTB).

Selain itu, kegiatan tersebut diikuti perwakilan mahasiswa dari Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama, Universitas Alkhairaat (Unisa), serta STMIK Adiguna Palu.

Kesbangpol Kota Palu menghadirkan narasumber dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palu dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Palu.

Kegiatan mengangkat tema penguatan partisipasi masyarakat dalam demokrasi melalui nilai-nilai luhur Pancasila.

Kepala Badan Kesbangpol Kota Palu, Abidin yang membuka kegiatan tersebut mengatakan, pendidikan politik untuk meningkatkan partisipasi masyarakat serta membangun kesadaran politik yang santun dan toleran.

Menurut Abidin, penguatan literasi politik sangat penting di tengah masih rendahnya pemahaman masyarakat mengenai kehidupan demokrasi.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Palu juga terus menggaungkan penguatan nilai-nilai Pancasila melalui berbagai kegiatan dan kebijakan di lingkungan pemerintahan.

Upaya tersebut antara lain melalui penggunaan Salam Pancasila serta pemutaran lagu kebangsaan Indonesia Raya tiga stanza di lingkungan organisasi perangkat daerah (OPD) setiap pukul 10.00 WITA.

Abidin menambahkan, pendidikan politik diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjadi warga negara yang aktif, kritis, dan bertanggung jawab.

Melalui peningkatan literasi politik, mahasiswa dan penyandang disabilitas diharapkan semakin memahami hak serta kewajibannya dalam kehidupan demokrasi, sehingga dapat berpartisipasi secara cerdas, santun, dan kondusif. (ril/*)

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow