Pengaruh "Handgrip" pada Kendaraan Roda Dua
Handgrip pada motor tidak hanya sekadar komponen pemanis tampilan bagi kendaraan, melainkan dapat menjadi tumpuan dalam memengaruhi kenyamanan, cengkeraman, serta kemampuan pengendara mengendalikan motor selama perjalanan.
JAKARTA, METROSULAWESI.NET - Handgrip pada motor tidak hanya sekadar komponen pemanis tampilan bagi kendaraan, melainkan dapat menjadi tumpuan dalam memengaruhi kenyamanan, cengkeraman, serta kemampuan pengendara mengendalikan motor selama perjalanan.
“Sepanjang perjalanan, tangan pengendara terus berinteraksi dengan komponen ini. Panas, hujan, keringat, kelembapan, getaran mesin, hingga penggunaan sehari-hari membuat karakter sebuah handgrip berpengaruh langsung terhadap riding experience,” kata Founder Itamoto, Dika dalam keterangan resminya, Rabu.
Dia melanjutkan, pemilihan handgrip perlu mempertimbangkan karakter material, tekstur permukaan, ketahanan terhadap cuaca dan kemampuan meredam getaran selama berkendara.
Faktor tersebut semakin relevan bagi pengendara yang menggunakan sepeda motor untuk mobilitas sehari-hari, terutama di wilayah tropis dengan paparan panas, hujan, dan kelembapan tinggi.
Material menjadi salah satu aspek penting. Handgrip yang terlalu keras berpotensi terasa kurang nyaman dan meneruskan lebih banyak getaran dari setang ke tangan.
Sebaliknya, material yang terlalu lunak dapat menghadapi tantangan ketahanan, perubahan karakter setelah pemakaian, hingga permukaan yang menjadi lengket akibat paparan panas.
Karena itu, pengendara perlu mencari keseimbangan antara kelembutan, daya cengkeram, dan durabilitas.
Tekstur permukaan juga patut diperhatikan, untuk membantu tangan tetap mencengkeram setang dalam berbagai kondisi berkendara.
Aspek tersebut menjadi dasar pengembangan Itamoto Dots Handgrip, produk aftermarket untuk segmen skuter premium yang menggunakan material DuraSoft Compound dan teknologi VEECT.
Menurut Dika, kombinasi tersebut dirancang untuk menunjang kenyamanan, daya cengkeram, dan peredaman getaran.
“DOTS kami desain modern dan minimalis supaya terlihat proper ketika terpasang di motor. Kalcer, tapi nggak berlebihan. Dan ketika mulai dipakai, baru terasa bahwa di balik desainnya ada material engineering yang kami kembangkan untuk comfort, grip, dan vibration damping,” lanjut dia.
Dalam pengembangannya, material handgrip itu juga telah diuji pada sepeda motor dengan kapasitas mesin hingga 1.000 cc untuk mengevaluasi kinerjanya menghadapi getaran yang lebih tinggi.
Dari sisi desain, permukaannya menggunakan pola titik melingkar atau circular dots. Handgrip tersebut tersedia dalam enam pilihan warna, yakni hitam, cokelat, putih, merah, biru, dan kuning.
Produk ini disiapkan dalam beberapa ukuran untuk keluarga Vespa Sprint, Primavera, S, LX, dan GTS Series, serta sejumlah model Scomadi dan Lambretta dengan banderol harga Rp225 ribu.
Bagi konsumen, kesesuaian ukuran dan pemasangan tetap menjadi pertimbangan utama saat mengganti handgrip.
Komponen harus terpasang dengan tepat, tidak mudah bergeser, serta tidak menghambat putaran gas maupun pengoperasian kontrol kendaraan.
Dengan demikian, pemilihan handgrip tidak hanya menunjang tampilan, tetapi juga mendukung kenyamanan dan kendali saat berkendara. (ant)
Apa Reaksimu?

