Hipertensi Yang Tidak Terkontrol Bisa Memicu Komplikasi
Dokter spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit Universitas Indonesia dr. Anindia Larasati, Sp.PD, FINASIM menyampaikan bahwa hipertensi atau tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dalam jangka panjang bisa memicu berbagai komplikasi, termasuk di antaranya gangguan fungsi ginjal.
JAKARTA, METROSULAWESI.NET- Dokter spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit Universitas Indonesia dr. Anindia Larasati, Sp.PD, FINASIM menyampaikan bahwa hipertensi atau tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dalam jangka panjang bisa memicu berbagai komplikasi, termasuk di antaranya gangguan fungsi ginjal.
"Pembuluh darah ginjal itu kecil-kecil. Jadi, kalau misalkan tekanan darahnya cenderung tinggi terus-menerus, maka pembuluh darah di ginjal akan menjadi kaku dan keras, dan bisa menyebabkan gangguan atau penurunan fungsi ginjal,” katanya di Jakarta, seperti dilansir dari Antara pada Senin.
Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dalam waktu lama, menurut dia, juga dapat menyebabkan pembuluh darah di jantung mengalami kekakuan, yang berpotensi meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.
Ia mengatakan bahwa pada penderita hipertensi yang masih muda, risiko komplikasi bisa muncul dalam waktu 20 tahun sampai 25 tahun.
"Komplikasinya mungkin baru akan dijumpai jangka panjang, bisa 20-25 tahun ke depan bila tekanan darah tidak terkontrol," katanya.
Seseorang dikatakan mengalami hipertensi kalau tekanan darahnya secara konsisten 140/90 mmHg atau lebih tinggi.
Dokter Anindia mengatakan bahwa pada orang muda, gejala hipertensi kadang tidak bisa dikenali lantaran pembuluh darahnya masih elastis.
Gejala hipertensi pada orang muda mungkin baru terasa ketika tekanan darah sudah terlalu tinggi.
"Gejala yang muncul mungkin seperti nyeri kepala, pusing yang tidak hilang dengan obat penghilang sakit kepala, mual, atau sampai muntah," kata dr. Anindia.
Ia mengatakan bahwa hipertensi merupakan penyakit multifaktorial, berkaitan dengan banyak faktor, termasuk di antaranya gaya hidup.
Individu yang orang tuanya memiliki riwayat hipertensi bisa berupaya mencegah atau meminimalkan risiko dengan menerapkan gaya hidup sehat.
"Kalau anaknya rajin berolahraga, diet rendah garam, menjaga berat badan, tidak merokok, maka masih ada kemungkinan bahwa anaknya tidak akan menderita hipertensi walaupun mungkin pada orang tua menderita hipertensi," demikian dr. Anindia Larasati, Sp.PD, FINASIM. (ant)
Apa Reaksimu?

