Sekdakab Donggala: KKN Bukan Sekadar Kewajiban Akademik

Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Donggala, Rustam Effendi melepas Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Palu Kampus 2 Donggala Angkatan 70 Tahun Akademik 2025/2026.

Agustus 5, 2026 - 10:30
Sekdakab Donggala: KKN Bukan Sekadar Kewajiban Akademik
Penanggung jawab kampus II Unismuh Palu, Rustam Efendi. (Foto: METROSULAWESI/ Tamsyir Ramli)

DONGGALA, METROSULAWESI.NET - Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Donggala, Rustam Effendi melepas Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Palu Kampus 2 Donggala Angkatan 70 Tahun Akademik 2025/2026.

Kegiatan berlangsung di Ruang Kerja Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Donggala, Senin 3 Agustus 2026.

Diketahui Sekdakab Donggala, Rustam effendi merupakan penanggung jawab kegiatan perkuliahan kampus 2 Unismuh Palu.

Pada proses pelepasan mahasiswa KKN, dia menegaskan bahwa KKN bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan ruang pengabdian yang mempertemukan ilmu dengan realitas di tengah masyarakat.

“KKN adalah momentum di mana mahasiswa belajar langsung dari masyarakat, sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi lingkungan sekitarnya,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi konsistensi Universitas Muhammadiyah Palu dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, sebagai kontribusi nyata dunia pendidikan dalam mendorong kemajuan daerah. Menariknya, sebagian peserta KKN yang mengikuti program ini merupakan Aparatur Sipil Negara maupun tenaga non-ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Donggala.

“Pemerintah Kabupaten Donggala, memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan KKN, seluruh perangkat daerah diimbau untuk memberikan izin dan kesempatan kepada para mahasiswa dalam menjalankan rangkaian kegiatan KKN, dengan tetap menjaga keseimbangan terhadap tugas pemerintahan dan pelayanan publik,” bebernya.

“Sebanyak 33 mahasiswa mengikuti KKN ini, terdiri dari 22 mahasiswa Program Studi Manajemen yang ditempatkan di Kelurahan Boya, Kecamatan Banawa, serta 11 mahasiswa Program Studi Informatika yang ditempatkan di Desa Limboro, Kecamatan Banawa Tengah,” sebutnya lagi.

Ia menambahkan para mahasiswa agar mengedepankan sikap rendah hati dalam pengabdian.

“Jangan datang sebagai orang yang merasa paling tahu. Datanglah sebagai pembelajar. Dengarkan masyarakat, pahami kebutuhan mereka, lalu hadirkan solusi yang sederhana, tepat guna, dan berkelanjutan,” pesannya.

Reporter: Tamsyir Ramli 
Editor: Udin Salim

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow