IMIP Jembatani Kebutuhan Industri Lewat Program Praktisi Mengajar

PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) membantu menjembatani kebutuhan dunia industri dalam rangka serapan tenaga kerja di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) lewat implementasi program praktisi mengajar.

Juli 23, 2026 - 17:25
IMIP Jembatani Kebutuhan Industri Lewat Program Praktisi Mengajar
Seorang pengajar dari salah satu industri melaksanakan program praktisi mengajar terkait kebutuhan dunia industri di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Foto: Humas IMIP

MOROWALI, METROSULAWESI.NET- PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) membantu menjembatani kebutuhan dunia industri dalam rangka serapan tenaga kerja di Provinsi  Sulawesi Tengah (Sulteng) lewat implementasi program praktisi mengajar.    

"Program praktisi mengajar ini bertujuan untuk mendukung kebutuhan industri, khususnya dalam melahirkan tenaga kerja terampil yang siap diserap oleh industri," kata Head of Learning Center PT IMIP Trisno Wasito di Kabupaten Morowali, Kamis 23 Juli 2026.  

Program yang sudah berjalan sejak 2025 tersebut menggandeng langsung perguruan tinggi di Sulteng dengan menghadirkan pekerja profesional dari kawasan industri, sebagai pengajar tamu di ruang kelas.   

"Agenda ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara teori yang diajarkan di kampus dan praktik nyata di dunia industri," kata dia.  

Untuk jangka panjang program praktisi mengajar ini diharapkan menjembatani kebutuhan dunia industri yang membutuhkan sumber daya manusia kompeten. Jika perguruan tinggi mampu menghasilkan lulusan yang memahami kebutuhan industri sejak awal, maka perusahaan tidak lagi harus mengajarkan seluruh kompetensi dasar ketika karyawan baru mulai bekerja.  

Dalam praktiknya, lanjut dia, setelah kampus menyampaikan kebutuhan materi, IMIP mencari praktisi yang linear kemudian berkoordinasi dengan perusahaan dan atasan langsung karyawan untuk memastikan ketersediaan waktu mengajar.  

Bagi kampus yang tergolong jauh dari Kabupaten Morowali seperti Kota Makassar atau Kota Palu program praktisi mengajar dilakukan dalam jaringan atau daring. Sementara, perguruan tinggi yang tergolong dekat di antaranya Politeknik Industri Logam Morowali pembelajaran dilakukan tatap muka.  

Hingga pertengahan 2026 tercatat 35 karyawan dari berbagai tenant IMIP antara lain PT QMB New Energy Materials, PT Huayue Nickel Cobalt (HYNC) dan PT Dexin Steel Indonesia (DSI) terdaftar sebagai praktisi pengajar.  

Seluruhnya berasal dari berbagai bidang mulai dari hidrometalurgi, pirometalurgi, laboratorium, pengelolaan limbah hingga instalasi mesin dan listrik. Lewat cara ini kampus dapat memperoleh praktisi yang relevan sesuai kebutuhan materi ajar misalnya daur ulang baterai kendaraan listrik atau produksi kokas.

Salah seorang praktisi mengajar, Yohanes Yoseph Deo mengatakan pengalaman bekerja di industri menjadi modal utama di depan kelas karena mahasiswa membutuhkan lebih dari sekadar teori.

"Pengalaman kerja di industri membantu menghubungkan teori dengan praktik di lapangan. Dari pengalaman itu kita dapat memberikan contoh kasus nyata," ujar dia. (ant)

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow