Cerita Rasyitah, Guru SMPN 1 Banawa yang Tembus 10 Besar Seleksi Kepsek di Donggala

Kabar gembira datang dari dunia pendidikan di Kabupaten Donggala. Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Donggala baru saja merilis daftar peserta yang lolos seleksi calon kepala sekolah untuk jenjang PAUD, SD, dan SMP.

Sep 6, 2026 - 13:30
Cerita Rasyitah, Guru SMPN 1 Banawa yang Tembus 10 Besar Seleksi Kepsek di Donggala
Rasyitah. (Foto: dok)

DONGGALA, METROSULAWESI.NET - Kabar gembira datang dari dunia pendidikan di Kabupaten Donggala. Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Donggala baru saja merilis daftar peserta yang lolos seleksi calon kepala sekolah untuk jenjang PAUD, SD, dan SMP.

Dari total peserta, ada 56 orang yang dinyatakan lulus dan memenuhi syarat setelah melalui penilaian ketat dari Tim Pertimbangan Pengangkatan Kepala Sekolah yang diketuai langsung oleh Sekda Donggala, Rustam Effendi. Semua peserta ini diranking berdasarkan total nilai dari seleksi administrasi, pemaparan makalah, sampai sesi wawancara.

"Hasil seleksi sudah diputuskan. Insyaallah, tahapan berikutnya adalah penguatan kapasitas dan kompetensi bagi para calon kepala sekolah yang lulus," kata Kepala Disdikpora Donggala, Ansyar Setiadi, Kamis (3/9/2026).

Di antara puluhan nama yang lolos, ada satu sosok yang cukup mencuri perhatian. Ia adalah Rasyitah, guru dari SMP Negeri 1 Banawa yang sukses nangkring di peringkat ke-8. Usut punya usut, perempuan berprestasi ini ternyata merupakan saudara kandung dari Ketua DPD PKS Donggala, Abdul Rasyid.

Rasyitah sendiri punya latar belakang pendidikan yang mantap. Ia adalah alumni Sastra Inggris Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar dan baru saja menyelesaikan studi S2 Magister Pendidikan di Universitas Tadulako (Untad) Palu. Sehari-hari, ia aktif mengajar di sekolahnya yang terletak di Kelurahan Gunung Bale, Kecamatan Banawa.

Saat ditemui di sekolah tempatnya mengajar, Rasyitah tidak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Bagi Rasyitah, pencapaian ini adalah buah dari kerja keras dan doa yang ia panjatkan selama proses seleksi.

"Alhamdulillah bisa masuk 10 besar, berada di urutan kedelapan. Usaha memang tidak pernah mengkhianati hasil. Insyaallah, jika amanah jabatan kepala sekolah ini diberikan, akan dijalankan sesuai fungsi utamanya," ungkap Rasyitah dengan tersenyum, Kamis (3/9/2026).

Baginya, tantangan menjadi kepala sekolah di zaman sekarang tidaklah mudah karena harus bisa memegang banyak peran sekaligus.

"Seorang kepala sekolah bukan hanya sekadar pemimpin pembelajaran di sekolah, tetapi harus bisa menjadi manajer, administrator, sekaligus supervisor yang mengevaluasi kinerja guru serta staf sekolah," tutupnya penuh semangat.

Reporter: Tamsyir Ramli 
Editor: Udin Salim

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow