Gubernur Dukung Perjuangan Nakes PPPK Jadi Pegawai Penuh

Gubernur Sulteng Anwar Hafid menegaskan mendukung penuh perjuangan tenaga kesehatan yang berstatus PPPK Paruh Waktu maupun tenaga honorer menjadi pegawai penuh.

Sep 6, 2026 - 12:30
Gubernur Dukung Perjuangan Nakes PPPK Jadi Pegawai Penuh
Gubernur Anwar Hafid saat menerima ratusan tenaga kesehatan PPPK dari berbagai kabupaten dan kota se-Sulawesi Tengah di ruang kerjanya, Kamis (3/9/2026). (Foto: Biro Adpim Pemprov)

PALU, METROSULAWESI.NET - Gubernur Sulteng Anwar Hafid menegaskan mendukung penuh perjuangan tenaga kesehatan yang berstatus PPPK Paruh Waktu maupun tenaga honorer menjadi pegawai penuh.

Hal itu ia tegaskan saat menerima ratusan tenaga kesehatan PPPK dari berbagai kabupaten dan kota se-Sulawesi Tengah di ruang kerjanya, Kamis (3/9/2026).

Pertemuan tersebut menjadi ruang penyampaian aspirasi para tenaga kesehatan yang meminta dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk memperjuangkan kepastian status kepegawaian bagi PPPK tenaga kesehatan, PPPK paruh waktu, maupun tenaga honorer.

Mereka mempertanyakan belum adanya kebijakan yang memberikan kepastian serupa dengan tenaga pendidik PPPK, khususnya terkait peluang pengangkatan PPPK paruh waktu menjadi PPPK penuh waktu.

Menanggapi aspirasi tersebut, Gubernur Anwar Hafid langsung mengambil langkah cepat. Di hadapan ratusan tenaga kesehatan yang hadir, Anwar Hafid menghubungi Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono, melalui sambungan telepon.

Dalam percakapan tersebut, Anwar Hafid menyampaikan langsung keluhan para tenaga kesehatan di Sulawesi Tengah. Ia mempertanyakan mengapa kebijakan kepastian status PPPK telah diberikan kepada tenaga guru, sementara tenaga kesehatan belum memperoleh kepastian yang sama.

Wamenkes Dante Saksono Harbuwono kemudian meminta agar aspirasi tersebut disampaikan secara tertulis untuk diteruskan kepada jajaran terkait di Kementerian Kesehatan dan dikoordinasikan dengan Kementerian PAN-RB.

Anwar Hafid menegaskan dirinya mendukung penuh perjuangan para tenaga kesehatan untuk memperoleh kejelasan status kepegawaian.

“Saya jujur, ketika pertama kali mendengar pengumuman itu, saya juga bertanya, kok tenaga kesehatan tidak? Padahal kalau kita lihat, dua bidang ini sama-sama prioritas. Peran guru dan tenaga kesehatan sama-sama sangat vital bagi masyarakat,” tegas Anwar Hafid.

Menurutnya, guru memiliki peran besar dalam membangun sumber daya manusia melalui pendidikan, sementara tenaga kesehatan memegang peranan penting dalam menjaga dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

“Karena itu saya mendukung sepenuhnya saudara-saudara sekalian untuk mempertanyakan hal ini. Kenapa hanya guru? Seharusnya tenaga kesehatan juga mendapatkan perhatian dan kepastian yang sama,” ujarnya.

Anwar Hafid meminta para tenaga kesehatan segera menyiapkan surat resmi berisi aspirasi dan tuntutan mereka. Surat tersebut akan dibawanya langsung dalam agenda kunjungan ke Jakarta untuk memperjuangkan persoalan tersebut kepada pemerintah pusat.

“Tadi Pak Wamen sudah menyampaikan agar dibuatkan surat tertulis. Kalau bisa satu atau dua hari ini sudah selesai dan diberikan kepada saya, supaya bisa saya bawa ke Jakarta. Kita akan coba perjuangkan dan komunikasikan dengan kementerian terkait,” katanya.

Gubernur menilai aspirasi ratusan tenaga kesehatan Sulawesi Tengah harus mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat. Menurutnya, jangan sampai terjadi perbedaan perlakuan terhadap dua sektor yang sama-sama memiliki peran strategis dalam pembangunan manusia.

“Jangan sampai ada yang keliru. Tenaga kesehatan memiliki peran yang sangat strategis dalam pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, apa yang saudara-saudara perjuangkan hari ini, secara pribadi dan sebagai pemerintah daerah, saya mendukung,” tegasnya. (ril/*)

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow