IMIP Bekali Masyarakat di Bahodopi dan Bahomakmur soal Konsep Dasar Penanggulangan Bencana
PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) membekali masyarakat di Desa Bahodopi dan Bahomakmur, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng), mengenai konsep dasar penanggulangan bencana.
PALU, METROSULAWESI.NET- PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) membekali masyarakat di Desa Bahodopi dan Bahomakmur, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng), mengenai konsep dasar penanggulangan bencana.
"Para peserta mendapatkan pembekalan komprehensif mengenai konsep dasar penanggulangan bencana," kata Supervisor Social, Health and Infrastructure CSR Department PT IMIP Herlan Kward di Kota Palu, Selasa.
Tidak hanya itu, kata dia, masyarakat di dua desa tersebut juga diajarkan langsung tentang kajian risiko, penyusunan rencana aksi komunitas hingga identifikasi potensi ancaman di wilayah masing-masing.
Menurutnya, peningkatan kapasitas masyarakat, terutama dalam hal mitigasi bencana, menjadi bagian penting dari komitmen perusahaan untuk mendukung keselamatan warga.
Apalagi pesatnya pertumbuhan penduduk di Kecamatan Bahodopi menuntut adanya antisipasi terhadap berbagai potensi risiko yang semakin beragam. Oleh karena itu butuh pembekalan atau pengayaan pengetahuan dalam memitigasi potensi tersebut.
"Kami berharap masyarakat tidak hanya memahami potensi bencana, tetapi juga mampu bertindak cepat dan tepat," kata dia.
Pelatihan tersebut menjadi fondasi awal untuk membangun budaya kesiapsiagaan, sekaligus memperkuat kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, relawan, dan perusahaan. Sebab pada dasarnya tanggap bencana merupakan tanggung jawab bersama dan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen.
Pelatihan ini sekaligus tindak lanjut dari pembentukan Tim Desa Tangguh Bencana (Destana) di dua desa tersebut pada awal Juli 2026. Kelompok masyarakat tangguh bencana ini disiapkan sebagai garda terdepan di tingkat desa untuk mendukung upaya pencegahan, kesiapsiagaan, hingga penanganan awal saat terjadi bencana.
Sementara itu Fasilitator Kebencanaan IMIP, Jeka Kusumajaya mengatakan keberadaan Tim Destana berfungsi strategis sebagai pelengkap sistem penanggulangan yang dijalankan Tagana atau Tim Reaksi Cepat (TRC), terutama dalam melakukan respons awal di tingkat desa.
Menurutnya, saat ini masih banyak masyarakat yang belum memahami mitigasi bencana secara menyeluruh. Oleh sebab itu pelatihan tersebut menjadi langkah awal yang krusial agar warga mengerti prinsip dasar kebencanaan dan manfaat mitigasi, serta menyusun rencana aksi sesuai kondisi desa masing-masing. (ant)
Apa Reaksimu?

