Bencana Karhutla di Poso, Pemkab Disarankan Tunda FDP Tentena
Ditengah kondisi kebakaran lahan yang terjadi di sejumlah wilayah Poso saat ini, pelaksanaan Festival Danau Poso tahun ini sebaiknya dipertimbangkan kembali atau jika memungkinkan, ditunda terlebih dahulu.
POSO, METROSULAWESI.NET - Ditengah kondisi kebakaran lahan yang terjadi di sejumlah wilayah Poso saat ini, pelaksanaan Festival Danau Poso tahun ini sebaiknya dipertimbangkan kembali atau jika memungkinkan, ditunda terlebih dahulu.
"Bukan berarti menolak Festival Danau Poso atau kegiatan pariwisata. Tetapi dalam kondisi seperti sekarang, keselamatan masyarakat dan pencegahan kebakaran seharusnya menjadi prioritas," ujar warga Poso Natalius Oya, dalam unggahan facebook.
Ia menegaskan, anggaran yang sebelumnya dipersiapkan untuk penyelenggaraan festival, apabila secara aturan memungkinkan untuk dialihkan atau direalokasikan, akan jauh lebih bermanfaat jika digunakan untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran lahan.
Misalnya untuk menambah armada mobil pemadam, menyediakan mobil tangki/support pengisian air, membuat titik-titik penampungan air di lokasi rawan kebakaran, serta memperkuat sarana dan prasarana pencegahan dan penanganan kebakaran.
"Lebih dari sekedar persoalan anggaran, kita juga perlu memiliki empati terhadap masyarakat yang sedang menghadapi bencana.
Ada masyarakat yang rumah dan lingkungannya terdampak, ada yang harus berjuang menyelamatkan harta benda, dan ada pula para petugas serta relawan yang sedang berjibaku memadamkan api," tuturnya.
Dalam situasi seperti ini, menurut Natalius, kita juga perlu menghargai perasaan masyarakat yang sedang terdampak. Kegiatan yang sifatnya pesta, hiburan dan perayaan besar mungkin lebih baik ditunda terlebih dahulu sampai keadaan benar-benar aman dan kondusif.
"Festival bisa dilaksanakan kembali ketika kondisi sudah lebih baik. Tetapi kesempatan untuk menunjukkan kepedulian dan solidaritas kepada masyarakat yang sedang menghadapi bencana adalah sesuatu yang seharusnya kita lakukan sekarang," katanya.
Dikatakannya, hal ini bukan soal anti-pariwisata. Ini soal empati, solidaritas, dan menentukan prioritas ketika masyarakat sedang membutuhkan perhatian yang lebih mendesak.
Reporter: Saiful Sulayapi
Editor: Udin Salim
Apa Reaksimu?

