Nestapa Petani Poso: Ratusan Pohon Durian Hangus, Berharap Bantuan Bibit dan Akses Jalan

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kecamatan Pamona Selatan tidak hanya menyisakan abu, tetapi juga menyisakan duka mendalam bagi para petani setempat. Di tengah musim kemarau yang kering, amukan si jago merah meluas dengan cepat, melahap semak belukar hingga masuk ke area perkebunan produktif milik warga.

Sep 17, 2026 - 11:30
Nestapa Petani Poso: Ratusan Pohon Durian Hangus, Berharap Bantuan Bibit dan Akses Jalan
Amiruddin, salah satu petani yang mengalami dampak terparah. Dari total lahan berhektar-hektar yang ia kelola dengan 600 pohon durian, kini hampir semuanya rata dengan tanah. (Foto: Ist)

POSO, METROSULAWESI.NET - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kecamatan Pamona Selatan tidak hanya menyisakan abu, tetapi juga menyisakan duka mendalam bagi para petani setempat. Di tengah musim kemarau yang kering, amukan si jago merah meluas dengan cepat, melahap semak belukar hingga masuk ke area perkebunan produktif milik warga.

Salah satu dampak paling memukul ekonomi warga adalah hangusnya ratusan pohon durian siap panen di Desa Pasir Putih. Akibat musibah ini, kerugian total petani ditaksir mencapai miliaran rupiah setelah sekitar 100 hektar lahan kebun dan gambut ludes terbakar.

Cerita pilu datang dari Amiruddin, salah satu petani yang mengalami dampak terparah. Dari total lahan berhektar-hektar yang ia kelola dengan 600 pohon durian, kini hampir semuanya rata dengan tanah.

"Yang tersisa sekarang hanya sekitar 100 pohon saja. Kerugian saya pribadi diperkirakan mencapai lebih dari satu miliar rupiah," ungkap Amiruddin dengan nada sedih saat ditemui di kebunnya, Selasa (15/9).

Pria yang sehari-hari juga mengabdi sebagai tenaga kesehatan di Desa Pandajaya ini menceritakan sebuah ironi. Sebenarnya, para petani sudah berinisiatif menghibahkan tanah mereka untuk pembukaan jalan menuju perkebunan. Sayangnya, rencana pengerasan jalan tersebut tidak kunjung direalisasikan oleh pemerintah daerah.

"Kami sudah siapkan lahannya secara sukarela untuk jalan, tapi sampai sekarang belum ada pengerasan. Akibatnya, saat kebakaran terjadi, armada pemadam kebakaran sama sekali tidak punya akses untuk menjangkau dan menyelamatkan kebun kami," keluhnya.

Selain lahan milik Amiruddin, tercatat ada sekitar 20 hektar kebun durian milik warga lainnya yang kini tinggal puing-puing hitam. Di tengah situasi sulit ini, Amiruddin menaruh harapan besar kepada Gubernur Sulawesi Tengah dan Bupati Poso agar mau turun tangan.

Bukan sekadar meratapi nasib, ia dan para petani lain justru ingin kembali bangkit. Mereka sangat berharap pemerintah dapat segera menyalurkan bantuan bibit durian baru serta merealisasikan pembangunan akses jalan kebun agar musibah serupa tidak terulang kembali di masa depan.

Reporter: Saiful Sulayapi
Editor: Udin Salim

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow