Tim Percepatan KNMP Fokus Tuntaskan Masalah Lahan
Tim percepatan program Kampung Nelayan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) menunjukkan komitmen penuh dalam menyukseskan program prioritas pemerintah pusat dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Seluruh anggota tim dilaporkan hadir tanpa absen dalam rapat koordinasi perdana yang digelar di ruang kerja Bupati Donggala pada Senin (14/9/2026).
DONGGALA, METROSULAWESI.NET - Tim percepatan program Kampung Nelayan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) menunjukkan komitmen penuh dalam menyukseskan program prioritas pemerintah pusat dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Seluruh anggota tim dilaporkan hadir tanpa absen dalam rapat koordinasi perdana yang digelar di ruang kerja Bupati Donggala pada Senin (14/9/2026).
Rapat krusial tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, dan didampingi Wakil Bupati, Taufik Burhan. Turut hadir unsur Forkopimda mulai dari Kapolres, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari), Perwira Penghubung (Pabung), jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terlibat, serta kalangan akademisi dari Universitas Islam Alkhairaat (UNISA) Palu.
"Tim percepatan program kampung nelayan KNMP hadir full team. Rapat dipimpin langsung oleh Ibu Bupati dan dihadiri Pak Wabup, Kapolres, Kejari, Pabung, pimpinan OPD terkait, serta akademisi dari UNISA Palu," ujar Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Donggala, Ali Assegaf, saat ditemui wartawan usai rapat.
Ali menjelaskan, rapat perdana ini berfokus pada penguatan soliditas dan pembagian fungsi kerja tim berdasarkan tugas pokok masing-masing. Menurutnya, kerja tim yang transparan dan terbuka sangat penting untuk memetakan serta mengantisipasi kendala yang ada di lapangan.
Salah satu agenda mendesak yang dibahas adalah percepatan penyelesaian status lahan KNMP. Ali memaparkan bahwa masih ada beberapa titik lahan yang belum tuntas administrasinya dan ditargetkan harus selesai pada akhir September ini.
"Semua tim per unit sudah mulai bergerak. Fokus utama saat ini adalah penyelesaian lahan di beberapa titik seperti Boneoge, Kulolu, Wani 2, dan Lero Tatari yang harus tuntas akhir September ini," jelas Ali.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah daerah juga telah menyiapkan skenario cadangan berupa pemindahan lokasi jika kendala lahan di titik utama tidak menemui titik temu.
"Ada opsi untuk menyiapkan lokasi pengganti. Misalnya, jika lahan di Dusun Kulolu, Kecamatan Banawa belum siap, maka posisinya bisa dialihkan ke Desa Salubomba di Kecamatan Banawa Tengah," tambahnya.
Mengingat ketatnya target waktu, Tim Percepatan akan bergerak cepat dengan mengagendakan rapat lanjutan dalam waktu dekat. Terlebih, kontrak kerja untuk program Kampung Nelayan ini dibatasi hanya selama 120 hari kerja yang dibagi ke dalam dua tahap. Dalam hal ini, Dinas Perikanan berkomitmen penuh untuk menyuplai data akurat guna mendukung kelancaran proyek tersebut.
Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Udin Salim
Apa Reaksimu?

