Rutan Poso Panen Kangkung untuk Masyarakat
Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Poso kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sekaligus memperkuat ketahanan pangan melalui kegiatan panen kangkung di lahan perkebunan Rutan Poso, Sabtu (12/9).
POSO, METROSULAWESI.NET - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Poso kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sekaligus memperkuat ketahanan pangan melalui kegiatan panen kangkung di lahan perkebunan Rutan Poso, Sabtu (12/9).
Kegiatan panen ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian WBP di bidang pertanian.
Melalui kegiatan tersebut, WBP diberikan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan dan pengalaman dalam mengelola lahan pertanian, mulai dari proses penanaman, perawatan, hingga pemanenan hasil pertanian yang memiliki nilai manfaat dan nilai ekonomi.
Pada panen kali ini, lahan perkebunan kangkung Rutan Poso berhasil menghasilkan sebanyak 30 ikat kangkung. Hasil panen tersebut selanjutnya akan dijual kepada masyarakat sebagai bentuk pemanfaatan hasil pembinaan sekaligus memberikan manfaat secara langsung kepada lingkungan sekitar Rutan Poso.
Kepala Rutan Kelas IIB Poso, Nasir, menyampaikan bahwa kegiatan pertanian menjadi salah satu bentuk pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada keterampilan WBP, tetapi juga diarahkan agar hasilnya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Panen kangkung ini merupakan bukti bahwa pembinaan di Rutan Poso tidak berhenti pada proses pembinaan di dalam Rutan, tetapi bagaimana WBP dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi.
Hasil panen ini akan dijual kepada masyarakat, sehingga manfaat dari kegiatan pembinaan dapat dirasakan secara lebih luas,” ujar Nasir.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga merupakan bentuk dukungan Rutan Poso terhadap 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam penguatan program pembinaan kemandirian, pemberdayaan WBP, serta pemanfaatan lahan untuk mendukung ketahanan pangan.
“Program ini sejalan dengan semangat Pemasyarakatan Pasti Bermanfaat untuk Masyarakat. WBP dibina agar mampu menghasilkan karya dan produk yang dapat memberikan manfaat, baik bagi dirinya sendiri, Rutan, maupun masyarakat,” tambahnya.
Pemanfaatan hasil panen dengan memasarkannya kepada masyarakat juga menjadi langkah Rutan Poso dalam mengembangkan pembinaan yang produktif dan berkelanjutan.
Ke depan, kegiatan pertanian diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga hasil produksi semakin meningkat dan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap program ketahanan pangan serta pemberdayaan WBP.
Melalui kegiatan ini, Rutan Poso terus berupaya menghadirkan pemasyarakatan yang tidak hanya membina, tetapi juga menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Reporter: Saiful Sulayapi
Editor: Udin Salim
Apa Reaksimu?

