Bapas Kelas I Palu Panen Ubi Kayu dan Berbagi ke Warga

Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Palu memanen ubi kayu dari kebun ketahanan pangan di Jalan Tanggul Selatan, Kelurahan Petobo, Kota Palu, Senin, 14 September 2026. Hasil panen tersebut kemudian dibagikan kepada warga sekitar dan klien Bapas yang terlibat dalam pengelolaan kebun.

Sep 16, 2026 - 08:00
Bapas Kelas I Palu Panen Ubi Kayu dan Berbagi ke Warga
Bapas Kelas I Palu menunjukkan hasil panen ubi kayu di kebun ketahanan pangan Jalan Tanggul Selatan, Kelurahan Petobo, Kota Palu, Senin (14/9/2026).(Foto: Humas/ Bapas Kelas I Palu)

PALU, METROSULAWESI.NET - Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Palu memanen ubi kayu dari kebun ketahanan pangan di Jalan Tanggul Selatan, Kelurahan Petobo, Kota Palu, Senin, 14 September 2026. Hasil panen tersebut kemudian dibagikan kepada warga sekitar dan klien Bapas yang terlibat dalam pengelolaan kebun.

Panen raya dipimpin langsung Kepala Bapas Kelas I Palu, M. Nur Amin, dan diikuti jajaran pegawai. Tanaman ubi kayu tersebut telah dibudidayakan selama kurang lebih delapan bulan melalui proses penanaman dan perawatan secara berkala.

Dari kebun tersebut, Bapas Palu berhasil memanen sekitar 250 kilogram ubi kayu. Kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan terhadap Asta Cita pemerintah, khususnya dalam penguatan ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan produktif.

M. Nur Amin mengatakan kebun ketahanan pangan merupakan salah satu bentuk pemanfaatan lahan agar dapat menghasilkan komoditas yang bermanfaat. Menurutnya, kegiatan tersebut juga bertujuan mendorong budaya produktif dan kemandirian di lingkungan Bapas Palu.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin menanamkan budaya produktif dan pemanfaatan lahan secara maksimal. Hasil panen ubi kayu ini nantinya kita manfaatkan untuk kebutuhan internal, serta kita bagikan kepada masyarakat sekitar,” ujar M. Nur Amin.

Dalam pengelolaannya, kebun tersebut turut melibatkan klien Bapas, mulai dari proses penanaman hingga perawatan tanaman sebelum memasuki masa panen.

Hasil panen kemudian dibagikan kepada warga di sekitar kebun dan klien Bapas yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Salah seorang warga, Nurul, menyampaikan rasa syukur atas hasil panen yang diterimanya.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapas Palu. Ubi kayu ini bisa kami manfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari di rumah,” ujar Nurul.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah, Herman Mulawarman, mengapresiasi langkah Bapas Palu dalam memanfaatkan lahan produktif untuk mendukung ketahanan pangan.

Ia mendorong kegiatan serupa terus dikembangkan di lingkungan Pemasyarakatan sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lembaga, klien, maupun masyarakat sekitar.

“Saya sangat mengapresiasi langkah Bapas Palu yang telah memanfaatkan lahan secara produktif. Ini adalah contoh baik implementasi program ketahanan pangan di lingkungan Pemasyarakatan,” ungkap Herman Mulawarman.

Panen ubi kayu tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan Bapas Palu terhadap Asta Cita melalui penguatan ketahanan pangan dan pemanfaatan sumber daya secara produktif.

Selain menghasilkan komoditas pangan, kegiatan ini juga menjadi sarana pemberdayaan klien Bapas sekaligus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat di sekitar kebun. (ril/*)

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow