School to School, KPID Bekali Pelajar Cara Saring Konten di Era Digital

Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Sulawesi Tengah membekali pelajar dengan pengetahuan untuk menyaring konten di tengah derasnya arus digitalisasi melalui program School to School.

Sep 16, 2026 - 14:30
School to School, KPID Bekali Pelajar Cara Saring Konten di Era Digital
KPID Sulteng menggelar School to School di Pondok Pesantren Nurul Falah, Senin (14/62026). (Foto: RRI/ Miftahul Jannah)

PALU, METROSULAWESI.NET - Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Sulawesi Tengah membekali pelajar dengan pengetahuan untuk menyaring konten di tengah derasnya arus digitalisasi melalui program School to School.

Kegiatan edukatif tersebut digelar di Pondok Pesantren Modern Nurul Falah, Kota Palu, Senin (14/9/2026), melalui kolaborasi dengan mahasiswa PPL Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam UIN Datokarama dan Mutu Institute.

Komisioner KPID Provinsi Sulawesi Tengah, Mita Meinansi, mengatakan Pondok Pesantren Modern Nurul Falah merupakan sekolah keempat yang menjadi sasaran program School to School.

Sebelumnya, program literasi media tersebut telah dilaksanakan di tiga sekolah pada awal September 2026, yakni SMK 3 Palu, SMAN 4 Palu, dan SMAN 6 Palu, dengan dukungan Honda Anugrah Perdana.

Menurut Mita, kegiatan tersebut bertujuan mengenalkan dasar-dasar penyiaran serta Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) kepada peserta didik.

Selain itu, KPID Sulteng mendorong generasi muda memahami fungsi pengawasan media sekaligus memiliki kemampuan menyaring konten yang beredar di ruang publik.

"Di dalam P3SPS memang ada pasal-pasal yang diperuntukkan untuk anak-anak dan remaja. Pasal-pasal yang melindungi kepentingan mereka. Itulah yang kami sampaikan," ujar Mita seusai kegiatan.

Mita mengakui minat generasi muda terhadap media konvensional seperti televisi dan radio semakin berkurang seiring kuatnya arus digitalisasi.

Meski demikian, menurutnya, televisi dan radio masih memiliki peran penting sebagai sumber informasi sekaligus salah satu media untuk menangkal hoaks yang beredar di media sosial.

Ia menjelaskan, perkembangan teknologi memungkinkan masyarakat mengakses siaran televisi dan radio melalui perangkat digital seperti telepon seluler.

"Yang kami sampaikan kepada anak-anak adalah menonton televisi dan mendengarkan radio bukan berarti kita tetap berada di ruang televisi atau menggenggam radio. Tapi dengan gadget melalui aplikasi yang ada di HP itu, kita bisa tetap nonton televisi dan mendengarkan radio," jelasnya.

Sementara itu, Pimpinan Madrasah, Mohamad Hafizin, mengapresiasi pelaksanaan program School to School di Pondok Pesantren Modern Nurul Falah.

Ia mendorong peserta didik mengikuti kegiatan tersebut dengan baik dan memanfaatkannya untuk memperluas wawasan mengenai dunia penyiaran.

"Ikuti proses ini dengan sebaik-baiknya, tanyakan yang belum diketahui, karena ilmu datang dari mana saja," ucap Hafizin.

Program School to School mendapat antusiasme dari para siswa. Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab secara interaktif.

Kegiatan kemudian ditutup dengan penyematan pin KPID secara simbolis kepada peserta sebagai bentuk pengukuhan pengawas media partisipatif. (ril/*)

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow