Gubernur Sulteng: Investasi di Morowali Tak Boleh Korbankan Pengairan Rakyat

Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menegaskan komitmennya untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan investasi dan kesejahteraan warga. Ia memastikan bahwa industri skala besar tidak boleh mengorbankan kebutuhan dasar masyarakat lokal.

Sep 16, 2026 - 07:00
Gubernur Sulteng: Investasi di Morowali Tak Boleh Korbankan Pengairan Rakyat
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid saat meresmikan pembangunan groundsill cekdam di Kabupaten Morowali, Senin (14/9/2026).(Foto: Media Berani)

MOROWALI, METROSULAWESI.NET - Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menegaskan komitmennya untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan investasi dan kesejahteraan warga. Ia memastikan bahwa industri skala besar tidak boleh mengorbankan kebutuhan dasar masyarakat lokal.

Pernyataan tersebut disampaikan Anwar saat meresmikan pembangunan groundsill (ambang dasar) cekdam Sungai Karaupa, perbaikan jalan inspeksi, serta pipanisasi air baku di Desa Lasampi, Kecamatan Bumi Raya, Kabupaten Morowali, Senin (14/9/2026).

Dalam kunjungan kerja tersebut, Anwar juga meninjau langsung Bendungan Irigasi Karuapa. Langkah ini dilakukan guna memastikan fungsi utama bendungan sebagai sumber pengairan pertanian warga tetap terjaga, meski sebagian airnya dimanfaatkan untuk kebutuhan industri.

Anwar mengakui persoalan klasik seperti pendangkalan di Bendungan Karuapa memang terus menjadi tantangan. Namun, ia menegaskan bahwa sekat-sekat administratif atau pembagian kewenangan pengelolaan jaringan irigasi tidak boleh menjadi penghambat dalam melayani rakyat.

"Saya tidak melihat soal kewenangan waktu itu. Saya melihat ini buat rakyat. Jadi kewenangan bukan masalah," tegas Anwar.

Ia mengungkapkan, sekitar setahun lalu sempat menghentikan rencana pengambilan air dari bagian atas bendungan karena berpotensi mengganggu pasokan air sawah warga. Setelah bernegosiasi dengan pihak perusahaan, disepakati bahwa industri hanya boleh memanfaatkan sisa debit air dari bagian bawah bendungan.

"Saya bilang, kalau bisa ambil di bawahnya, yang sisa-sisanya saja. Jangan ambil yang intinya," ujarnya.

Anwar memilih menahan izin hingga seluruh kesepakatan tertulis dipenuhi oleh pihak perusahaan. Baginya, investasi yang masuk ke daerah wajib membawa asas manfaat yang nyata bagi masyarakat.

"Saya satu tahun ini menunggu. Lama saya menunggu. Karena saya ingin pengambilan air di sini bermanfaat buat masyarakat kita dan tidak mengganggu terutama pengairan," pungkas Anwar mendesak pentingnya pemenuhan hak-hak air bersih bagi warga sekitar. (*)

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow