Bukan Cuma Teori Kelas! Mahasiswa FEB Untad Belajar Kelola Uang di Financial Action Bootcamp

Hannah Asa Indonesia berkolaborasi dengan Himpunan Mahasiswa Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan (HIMIESPA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako (FEB UNTAD) sukses menyelenggarakan Financial Action Bootcamp Batch 104 pada Rabu, 9 September 2026.

Sep 11, 2026 - 17:30
Bukan Cuma Teori Kelas! Mahasiswa FEB Untad Belajar Kelola Uang di Financial Action Bootcamp
Hannah Asa Indonesia berkolaborasi dengan Himpunan Mahasiswa Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan (HIMIESPA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako (FEB UNTAD) sukses menyelenggarakan Financial Action Bootcamp Batch 104 pada Rabu, 9 September 2026.

PALU, METROSULAWESI.NET – Hannah Asa Indonesia berkolaborasi dengan Himpunan Mahasiswa Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan (HIMIESPA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako (FEB UNTAD) sukses menyelenggarakan Financial Action Bootcamp Batch 104 pada Rabu, 9 September 2026. Kegiatan bertema “Dari Economic Thinking Menuju Financial Action” ini digelar di Ruang BTE 2–3 FEB UNTAD, Kota Palu.

Program ini dirancang khusus agar mahasiswa bisa menghubungkan teori ekonomi makro dengan keputusan finansial pribadi sehari-hari. Mulai dari menentukan prioritas pengeluaran, membangun kebiasaan menabung, hingga memitigasi risiko investasi.

Mengubah Teori Menjadi Tindakan Nyata

Junior Trainer Hannah Asa Indonesia, Ihsanul Akmal, AWPS, menegaskan bahwa pemahaman ekonomi seharusnya tidak berhenti pada penguasaan materi akademik di dalam kelas saja.

“Pemikiran ekonomi bukan hanya tentang memahami teori, tetapi bagaimana kita menggunakan cara berpikir tersebut dalam mengambil keputusan. Ketika seseorang mampu menentukan prioritas, memahami risiko, mengelola sumber daya, dan merencanakan keuangannya dengan baik, maka pengetahuan ekonomi sudah menjadi tindakan nyata,” ujar Ihsanul.

Dalam bootcamp ini, para peserta diperkenalkan pada konsep dasar economic thinking seperti scarcity (kelangkaan), choice (pilihan), trade-off, opportunity cost (biaya peluang), incentive, dan cost-benefit. Konsep-konsep tersebut dikaitkan langsung dengan situasi nyata agar mahasiswa sadar bahwa setiap pilihan finansial selalu memiliki konsekuensi terhadap pilihan lainnya.

Mengevaluasi Dompet Lewat Financial Snapshot

Selain cara berpikir ekonomi, peserta juga diajak mengevaluasi kondisi keuangan pribadi mereka melalui metode financial snapshot. Mahasiswa dilatih menyusun anggaran yang realistis, menetapkan target finansial (financial goals), serta membangun kebiasaan saving and protection.

Founder Hannah Asa Indonesia, Mardiyah, menjelaskan bahwa edukasi keuangan harus bermuara pada kemampuan menerapkan ilmu dalam kehidupan nyata. Mahasiswa didorong untuk memahami bagaimana emosi, lingkungan sosial, dan gaya hidup dapat memengaruhi isi dompet mereka.

“Kami ingin generasi muda tidak berhenti pada tahap mengetahui. Mereka perlu mampu berpikir sebelum memilih, memahami konsekuensi dari setiap keputusan, kemudian menerjemahkan pengetahuan tersebut menjadi tindakan yang lebih sadar dan terencana,” tutur Mardiyah.

Membangun Ketahanan Finansial (Financial Resilience)

Lebih jauh, para peserta dibekali dengan strategi ketahanan finansial (financial resilience). Materi ini mencakup kemampuan mengendalikan arus kas, membangun dana darurat (buffer), serta memahami bagaimana faktor luar seperti inflasi dan suku bunga berdampak langsung pada keuangan pribadi.

Di sektor investasi, bootcamp ini memberikan penekanan khusus pada pentingnya analisis mendalam (due diligence), mengenali profil risiko pribadi, dan melakukan diversifikasi. Investasi ditegaskan bukan sekadar ajang mengejar keuntungan instan, melainkan proses keputusan matang berbasis informasi yang memadai.

Bagi Hannah Asa Indonesia, literasi keuangan bukanlah tujuan akhir. Pengetahuan harus berkembang menjadi kemampuan, kebiasaan, dan akhirnya membantu seseorang membangun kehidupan finansial yang lebih sehat dan tangguh. Melalui sinergi bersama HIMIESPA FEB UNTAD ini, diharapkan semakin banyak generasi muda Palu yang bijak mengambil keputusan keuangan berdasarkan prioritas, bukan semata-mata dorongan sesaat. (*)

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow