Investasi Tembus Rp68,7 T, Sulteng Peringkat Pertama Hilirisasi Nasional

Akumulasi investasi di Sulteng menembus angka Rp68,70 triliun atau telah mencapasi sekitar 73,17% dari total target tahunan sebesar Rp 93,89 triliun yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.

Sep 9, 2026 - 21:19
Investasi Tembus Rp68,7 T, Sulteng Peringkat Pertama Hilirisasi Nasional
Moh. Rifani Pakamundi. FOTO: MICHAEL

PALU, METROSULAWESI.NET - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) mencatat capaian realisasi investasi Semester I Tahun 2026 menunjukkan tren pertumbuhan yang sangat pesat.

Hingga pertengahan tahun ini, akumulasi investasi di Sulteng menembus angka Rp68,70 triliun atau telah mencapasi sekitar 73,17% dari total target tahunan sebesar Rp 93,89 triliun yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sulawesi Tengah, Moh. Rifani Pakamundi, optimis target investasi daerah hingga akhir tahun 2026 tidak hanya akan tercapai, melainkan berpotensi besar untuk dilampaui.

"Untuk realisasi investasi kita pada Semester I ini tercatat mencapai Rp68,70 triliun dari target Rp93,89 triliun. Capaian ini menempatkan Sulawesi Tengah masuk dalam 4 besar nasional secara keseluruhan, serta menduduki peringkat pertama nasional untuk lokasi hilirisasi," ungkap Rifani, Rabu, 9 September 2026.

​Dia menjelaskan dari total nilai investasi tersebut, Penanaman Modal Asing (PMA) menyumbang porsi terbesar mencapai 94,23% atau sekitar Rp64,73 triliun. Sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencatatkan angka Rp3,96 triliun.

Meski dari segi nominal modal asing mendominasi, dari sisi jumlah proyek kegiatan usaha PMDN justru mendominasi hingga ribuan proyek UMKM dan usaha lokal.

Sektor Industri Logam Dasar serta pengembangan ekosistem pendukung seperti industri kimia/farmasi dan sektor kelistrikan (listrik, gas, air) menjadi pendorong utama arus modal yang masuk.

Lonjakan signifikan terjadi pada infrastruktur kelistrikan yang tumbuh lebih dari 400% untuk menopang kawasan industri pengolahan nikel.

​Secara sebaran wilayah, Kabupaten Morowali masih mencatatkan angka realisasi terbesar, disusul oleh Morowali Utara, Banggai, dan Kota Palu.

Masuknya arus investasi ini membawa dampak positif langsung terhadap penyerapan tenaga kerja. Sepanjang Semester I 2026, tercatat sebanyak 19.114 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) berhasil terserap, naik 22,29% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

​"Harapan kita ke depan, investasi tidak hanya terkonsentrasi di sektor pertambangan dan industri logam dasar saja, tetapi juga merambah ke sektor-sektor produktif lain seperti pertanian, perkebunan, dan perikanan agar pertumbuhan ekonomi berjalan semakin inklusif," ujar Rifani.

​Rifani menambahkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berkomitmen untuk terus menjaga iklim investasi yang kondusif, transparan, dan akuntabel guna memastikan seluruh proses perizinan berusaha berjalan makin cepat dan efisien bagi para investor. (*)

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow