Hannah Asa Indonesia Cetak Agen Perencana Keuangan Syariah di Palu

Zaman sekarang, mengelola uang itu bukan cuma soal tahu cara membelanjakannya, tapi juga bagaimana mengaturnya biar berkah dan masa depan aman. Nah, melihat pentingnya hal ini, Hannah Asa Indonesia baru saja menggelar pelatihan seru bertajuk Associate Wealth Planner Syariah (AWPS) Batch 15 di kantor mereka di Palu, Sabtu (5/9) lalu.

Sep 10, 2026 - 05:30
Hannah Asa Indonesia Cetak Agen Perencana Keuangan Syariah di Palu
Pelatihan bertajuk Associate Wealth Planner Syariah (AWPS) Batch 15 yang digelar Hannah Asa Indonesia di kantor mereka di Palu, Sabtu (5/9) lalu. (Foto: Istimewa)

PALU, METROSULAWESI.NET - Zaman sekarang, mengelola uang itu bukan cuma soal tahu cara membelanjakannya, tapi juga bagaimana mengaturnya biar berkah dan masa depan aman. Nah, melihat pentingnya hal ini, Hannah Asa Indonesia baru saja menggelar pelatihan seru bertajuk Associate Wealth Planner Syariah (AWPS) Batch 15 di kantor mereka di Palu, Sabtu (5/9) lalu.

Bukan sekadar pelatihan biasa, lewat program ini Hannah Asa Indonesia ingin mencetak para perencana keuangan yang enggak cuma jago hitung-hitungan angka, tapi juga bisa jadi "perpanjangan tangan" untuk mengedukasi masyarakat luas tentang keuangan berbasis syariah.

Menurut Founder Hannah Asa Indonesia, Mardiyah, tantangan finansial masyarakat saat ini enggak bisa selesai kalau cuma sekadar tahu produk keuangan.

"Bagi kami, ukuran keberhasilan edukasi keuangan itu bukan cuma soal berapa banyak orang yang datang ke pelatihan. Tapi seberapa jauh ilmu itu dipraktikkan dalam kehidupan nyata untuk bikin keputusan keuangan yang bijak dan membangun ketahanan finansial," ungkap Mardiyah santai.

Dari Ruang Kelas hingga Media Sosial

Komitmen Hannah Asa Indonesia buat bikin masyarakat makin melek finansial ternyata enggak main-main. Sepanjang tahun 2026 ini, jumlah orang yang mereka edukasi melonjak drastis!

Coba intip datanya: Kuartal I 2026: Sudah ada 5.495 orang yang ikutan edukasi (lewat pesan singkat, tatap muka langsung, hingga kelas digital); Kuartal II 2026: Angkanya melesat jadi 8.793 peserta; Dampak Media Sosial: Konten-konten edukasi receh tapi daging yang mereka bagikan di medsos bahkan sudah berhasil menjangkau 586.840 akun. Keren, kan? Ini bukti kalau belajar ngatur duit itu bisa lewat mana saja, enggak harus kaku di dalam kelas.

Bukan Cuma Cari Gelar, tapi Jaga Amanah

Di pelatihan AWPS ini, para peserta diajari paket lengkap mulai dari cara mengelola arus kas, menyiapkan dana darurat, mengatur utang, sampai merencanakan investasi masa depan yang sesuai prinsip syariah.

Tapi mumpuni di bidang teori saja enggak cukup. Mardiyah mengingatkan kalau perencana keuangan syariah itu punya tanggung jawab moral yang besar.

"Saat seseorang curhat dan mempercayakan kondisi keuangannya kepada kita, di situ ada amanah besar yang harus dijaga dengan integritas tinggi," tambahnya.

Manfaat ini dirasakan langsung oleh Nurfadilah, salah satu peserta pelatihan dari UIN Datokarama Palu. Menurutnya, edukasi seperti ini adalah investasi jangka panjang yang efek dominonya luar biasa.

"Semakin banyak orang yang sadar cara mengelola uang dengan benar, semakin banyak juga keluarga yang punya pertahanan ekonomi yang kuat di masa depan," kata Nurfadilah.

Lewat gerakan yang dimulai dari Indonesia Timur ini, Hannah Asa Indonesia berharap ilmu keuangan syariah ini bisa terus menular—mulai dari lingkungan keluarga, komunitas, pelaku UMKM, hingga masyarakat luas. Karena bagi mereka, ilmu keuangan akan jauh lebih bermakna kalau tidak berhenti di diri sendiri, tapi juga dibagikan ke orang lain. (*)

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow