Biosolar B50 Telah Tersedia di 76 SPBU di Sulawesi Tengah
PT Pertamina Patra Niaga terus memperluas jangkauan distribusi BBM jenis gasoil biosolar B50 di enam provinsi di Pulau Sulawesi, guna memudahkan masyarakat memperoleh energi.
PALU, METROSULAWESI.NET- PT Pertamina Patra Niaga terus memperluas jangkauan distribusi BBM jenis gasoil biosolar B50 di enam provinsi di Pulau Sulawesi, guna memudahkan masyarakat memperoleh energi.
"Langkah ini sebagai bagian dari percepatan kebijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional dan meningkatkan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT)," kata Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Lilik Hardiyanto melalui keterangannya di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu.
Ia mengemukakan hingga kini penyaluran B50 telah berlangsung di seluruh wilayah operasional Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi secara bertahap.
Pelaksanaan distribusi dilakukan mengikuti kesiapan rantai pasok, infrastruktur terminal dan kedatangan pasokan di masing-masing wilayah, supaya proses transisi berjalan lancar tanpa mengganggu kebutuhan energi masyarakat.
Seluruh Main Terminal Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi yang berada di Makassar, Bitung, Baubau dan Donggala telah melayani penyaluran Biosolar B50.
"Sementara itu implementasi di Fuel Terminal dan End Terminal terus dilanjutkan secara bertahap, sesuai kesiapan operasional dan jadwal suplai, sehingga seluruh jaringan distribusi dapat beroperasi secara optimal," ujarnya.
Ia menjelaskan hingga 22 Juli 2026 biosolar B50 telah tersedia di 590 SPBU yang tersebar di enam provinsi di Pulau Sulawesi, terdiri dari 280 SPBU di Sulawesi Selatan, 102 SPBU di Sulawesi Tenggara, 76 SPBU di Sulawesi Tengah, 71 SPBU di Sulawesi Utara, 35 SPBU di Sulawesi Barat dan 26 SPBU di Gorontalo.
Cakupan tersebut terus bertambah sejalan dengan penyelesaian tahapan implementasi di seluruh terminal penyalur.
Pertamina memastikan seluruh aspek operasional mulai dari kualitas produk, kesiapan sarana dan prasarana, hingga sistem distribusi telah dipersiapkan sesuai standar yang berlaku.
"Langkah itu dilakukan supaya penyaluran B50 berlangsung aman, andal dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di Sulawesi," ucap Lilik.
Menurut dia, keberhasilan implementasi B50 tidak terlepas dari koordinasi yang terus dilakukan bersama regulator, pemerintah daerah, maupun berbagai mitra operasional di lapangan.
"Kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting. Kami terus melakukan monitoring terhadap proses distribusi sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal selama tahapan itu berlangsung," tuturnya.
Ia menambahkan melalui perluasan penyaluran B50 pihaknya terus membantu pemerintah dalam percepatan program transisi energi nasional, sekaligus memastikan ketersediaan BBM bagi masyarakat, sektor transportasi, industri, maupun pelaku usaha tetap terjaga.
"Kami berharap masyarakat mendukung program transisi energi untuk mewujudkan kedaulatan energi nasional," kata dia. (ant)
Apa Reaksimu?

