BPBD Poso Laporkan 427 Hektare Lahan Terdampak Karhutla

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Poso, Sulawesi Tengah melaporkan sekitar 427 hektare lahan terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kabupaten itu dampak dari fenomena El Nino.  

Sep 8, 2026 - 20:44
BPBD Poso Laporkan 427 Hektare Lahan Terdampak Karhutla
Ilustrasi - Petugas berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Sulawesi Tengah. ANTARA/HO-Kansar Palu

PALU, METROSULAWESI.NET- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Poso, Sulawesi Tengah melaporkan sekitar 427 hektare lahan terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kabupaten itu dampak dari fenomena El Nino.  

"Sejak Agustus hingga September 2026 sekitar 427 hektare lahan terdampak kebakaran dan kami terus melakukan langkah-langkah percepatan penanganan," kata Kepala BPBD Poso Dharma Metusala saat dihubungi dari Palu, Selasa.    

Ia mengemukakan dari peristiwa itu kebanyakan lahan terdampak kebakaran berada di wilayah Kecamatan Lore atau Lembah Napu, karena kawasan tersebut memiliki hamparan padang rumput luas, di saat musim kemarau padang rumput mengalami kekeringan sehingga mudah terbakar.  

Ia mengaku pihaknya kesulitan memadamkan api karena di sekitar titik api tidak ada sumbar air, kemudian medan terjal dan sempit tidak memungkinkan kendaraan pemadam menjangkau. 

"Semua serba manual. Kami menggunakan peralatan seadanya melakukan kegiatan penanganan kebakaran. Bersama tim gabungan kami optimis dapat menangani berbagai potensi karhutla," ujarnya.   

Penanganan karhutla di Poso, kata dia, dilakukan secara terpadu lintas sektor dengan melibatkan personel BPBD, pemadam kebakaran, TNI/Polri, Manggala Agni Kementerian Kehutanan (Kemenhut) hingga pemerintah kecamatan dan desa serta masyarakat.  

Kolaborasi itu dinilai efektif dalam gerakan penanggulangan. Menurut data pemerintah setempat sebanyak 20 desa tersebar di 10 kecamatan terdampak karhutla.

"Sejauh ini penyebab kebakaran belum teridentifikasi, kami masih fokus melakukan penanganan pemadaman dan kesiapsiagaan," ucap Dharma.

Lebih lanjut ia menjelaskan Pemkab Poso juga telah mengajukan bantuan peralatan penunjang pemadam kebakaran ke BPBD Sulawesi Tengah berupa fire flapper atau alat pemadam api manual dan tanki semprot. 

"Kami mendapat bantuan 100 unit tanki semprot. Peralatan itu akan kami bagikan ke desa untuk keperluan penanggulangan kebakaran," kata dia menuturkan.  (ant)

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow