Dari Sulawesi Tengah, Hannah Asa Indonesia Perkuat Ekosistem Perencana Keuangan Syariah lewat AWPS Batch 15

Hannah Asa Indonesia kembali memperkuat komitmennya dalam pengembangan kompetensi keuangan syariah melalui pelatihan bersertifikat Associate Wealth Planner Syariah (AWPS) Batch 15. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu (5/9) di Kantor Hannah Asa Indonesia, Palu, Sulawesi Tengah,

Sep 8, 2026 - 16:38
Dari Sulawesi Tengah, Hannah Asa Indonesia Perkuat Ekosistem Perencana Keuangan Syariah lewat AWPS Batch 15
Hannah Asa Indonesia kembali memperkuat komitmennya dalam pengembangan kompetensi keuangan syariah melalui pelatihan bersertifikat Associate Wealth Planner Syariah (AWPS) Batch 15. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu (5/9) di Kantor Hannah Asa Indonesia, Palu, Sulawesi Tengah.

PALU, METROSULAWESI.NET- Hannah Asa Indonesia kembali memperkuat komitmennya dalam pengembangan kompetensi keuangan syariah melalui pelatihan bersertifikat Associate Wealth Planner Syariah (AWPS) Batch 15. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu (5/9) di Kantor Hannah Asa Indonesia, Palu, Sulawesi Tengah, sebagai respons atas meningkatnya kebutuhan sumber daya manusia (SDM) yang mampu memberikan edukasi keuangan syariah secara bertanggung jawab.

Program ini dirancang untuk membangun ekosistem literasi keuangan yang aplikatif. Tujuannya adalah melahirkan agen-agen perencana yang mampu mendampingi masyarakat dalam mengambil keputusan keuangan yang terencana, bijaksana, dan tetap berpegang pada prinsip syariah.

Mendorong Ketahanan Finansial Masyarakat

Hannah Asa Indonesia memandang tantangan keuangan di masyarakat tidak cukup dijawab hanya dengan mengenalkan produk finansial. Masyarakat juga dinilai memerlukan kecakapan (financial capability) dan ketahanan (financial resilience) dalam mengelola arus kas, menyiapkan dana darurat, mengelola utang, hingga merencanakan investasi jangka panjang.

Komitmen edukasi tersebut tecatat mengalami pertumbuhan jangkauan yang sangat masif sepanjang tahun 2026: Kuartal I 2026: Mengedukasi 5.495 peserta melalui berbagai kanal (pesan berbasis teks, edukasi langsung, platform LMSKU, dan kanal digital); Kuartal II 2026: Jumlah peserta aktif melonjak hingga mencapai 8.793 orang; Jangkauan Media Sosial: Konten edukasi digital Hannah Asa Indonesia berhasil menjangkau hingga 586.840 akun, membuktikan bahwa edukasi keuangan kini dikembangkan secara luas melampaui sekat-sekat ruang kelas.

"Bagi kami, ukuran keberhasilan edukasi keuangan bukan hanya berapa banyak orang yang mengikuti pelatihan, tetapi seberapa jauh pengetahuan tersebut berubah menjadi kemampuan mengambil keputusan dan membangun ketahanan finansial dalam kehidupan nyata," tegas Mardiyah, Founder Hannah Asa Indonesia.

Mencetak Agen Edukasi yang Berintegritas

Melalui sertifikasi AWPS ini, para peserta dibekali pemahaman mendalam mengenai perencanaan keuangan personal dan keluarga. Lebih dari sekadar memahami angka-angka, seorang perencana keuangan syariah dituntut memiliki komunikasi yang baik serta integritas dalam menjaga amanah kepercayaan klien.

Mardiyah menambahkan bahwa pendampingan keuangan adalah sebuah tanggung jawab moral yang besar demi memberikan kemanfaatan yang luas bagi masyarakat.

Membangun Gerakan dari Indonesia Timur

Pelatihan ini merupakan bagian dari gerakan besar Hannah Asa Indonesia dari wilayah Indonesia Timur untuk memperluas ruang belajar. Skema edukasi dilakukan lewat berbagai pendekatan terintegrasi, mulai dari kelas langsung, program bootcamp, platform pembelajaran mandiri, hingga distribusi konten digital.

Manfaat program ini diakui langsung oleh salah satu peserta AWPS Batch 15, Nurfadilah dari UIN Datokarama Palu. "Edukasi keuangan merupakan investasi jangka panjang. Semakin banyak masyarakat yang sadar dan paham mengelola keuangan, semakin besar pula peluang terciptanya keluarga yang memiliki ketahanan ekonomi baik," ungkapnya.

Melalui program ini, Hannah Asa Indonesia berharap alumni pelatihan tidak berhenti belajar untuk diri sendiri, melainkan mampu meneruskan pengetahuan berharga ini kepada keluarga, komunitas, institusi, hingga pelaku UMKM di lingkungan sekitarnya. (*)

 

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow