Pemprov Sulteng Programkan 5.000 Wirausaha di 2026

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) memprogramkan adanya 5.000 wirausaha baru pada tahun 2026 sebagai upaya menciptakan lapangan kerja dan menekan angka pengangguran di daerah ini.

Juli 24, 2026 - 16:13
Pemprov Sulteng Programkan 5.000 Wirausaha di 2026
  Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulawesi Tengah Sumarno saat diwawancarai media terkait program pengembangan UMKM di Sulawesi Tengah, Rabu (22/7/2026).  ANTARA/NUR AMALIA AMIR

PALU, METROSULAWESI.NET- Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) memprogramkan adanya 5.000 wirausaha baru pada tahun 2026 sebagai upaya menciptakan lapangan kerja dan menekan angka pengangguran di daerah ini.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulawesi Tengah Sumarno di Palu, Rabu, mengatakan jumlah tersebut merupakan bagian dari program prioritas pemerintah daerah melalui “Berani Harmoni” yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sulawesi Tengah 2025-2029.

 “Program ini merupakan salah satu strategi pemerintah daerah untuk menekan angka pengangguran dan kemiskinan melalui penguatan sektor kewirausahaan,” katanya.

Ia menjelaskan berdasarkan RPJMD, pemerintah provinsi menargetkan lahirnya 5.000 wirausaha baru setiap tahun atau sebanyak 25.000 wirausaha baru selama lima tahun ke depan melalui Program Penumbuhan Wirausaha Baru.

Menurut dia, sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) menjadi fokus karena memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian daerah sekaligus mampu menyerap tenaga kerja.

 “Harapannya, setiap wirausaha baru yang tumbuh minimal mampu menciptakan lapangan kerja sehingga berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat dan kesejahteraan keluarga,” ujarnya.

Sumarno menjelaskan program ini menyasar masyarakat usia produktif yang telah menyelesaikan pendidikan SMA/SMK atau sederajat dengan batas usia maksimal 35 tahun.

Hingga Juli 2026, sebanyak 2.000 peserta telah mengikuti pelatihan penumbuhan wirausaha baru yang dilaksanakan di Kota Palu, Kabupaten Sigi, Donggala, Tolitoli, Buol dan Poso.

Selanjutnya, pelatihan dilanjutkan di Kabupaten Parigi Moutong, Banggai Laut, Banggai Kepulauan, Banggai, Tojo Una-Una, Morowali dan Morowali Utara untuk memenuhi target 5.000 peserta pada tahun ini.

Setiap kelas pelatihan berlangsung selama 32 jam pelajaran (JPL). Selama pelatihan, peserta dibekali berbagai materi, mulai dari pembentukan pola pikir kewirausahaan (entrepreneurial mindset), manajemen pengelolaan usaha, hingga strategi menghadapi tantangan pasar yang terus berkembang.

Selain itu, peserta juga mendapatkan pembekalan terkait penyusunan Business Model Canvas (BMC), strategi pemasaran digital sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas dan pendampingan usaha.

Ia mengatakan program ini diharapkan tidak hanya berhenti pada tahapan pelatihan, tetapi menjadi fondasi awal bagi peserta dalam merintis dan mengembangkan usaha secara mandiri.

Menurut dia, edukasi kewirausahaan yang diberikan dirancang agar peserta mampu membangun usaha yang berkelanjutan, menciptakan lapangan kerja baru, serta memberikan dampak jangka panjang terhadap peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal.

 “Program ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan visi besar Sulteng Berani Harmoni melalui penguatan ekonomi masyarakat berbasis kewirausahaan,” katanya.

Ia menambahkan program ini juga sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat ekosistem kewirausahaan dan meningkatkan peran UMKM terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. (ant)

 

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow