Wabup Poso Buka Bimtek Kadet Jeli, Perkuat Peran Siswa Cegah DBD Sejak Dini

Wakil Bupati Poso H. Soeharto Kandar membuka kegiatan Advokasi, Sosialisasi, dan Bimbingan Teknis Inovasi Kader Detektif Jentik Cilik (Kadet Jeli) Tingkat Sekolah Dasar Kabupaten Poso Tahun 2026, yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Poso di Torau Resort, Selasa (8/9).

Sep 11, 2026 - 13:30
Wabup Poso Buka Bimtek Kadet Jeli, Perkuat Peran Siswa Cegah DBD Sejak Dini
Wakil Bupati Poso H. Soeharto Kandar membuka kegiatan Advokasi, Sosialisasi, dan Bimbingan Teknis Inovasi Kader Detektif Jentik Cilik (Kadet Jeli) Tingkat Sekolah Dasar Kabupaten Poso Tahun 2026, yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Poso di Torau Resort, Selasa (8/9). (Foto: Ist)

POSO, METROSULAWESI.NET - Wakil Bupati Poso H. Soeharto Kandar membuka kegiatan Advokasi, Sosialisasi, dan Bimbingan Teknis Inovasi Kader Detektif Jentik Cilik (Kadet Jeli) Tingkat Sekolah Dasar Kabupaten Poso Tahun 2026, yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Poso di Torau Resort, Selasa (8/9).

Program Kadet Jeli bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa sekolah dasar dalam mendeteksi keberadaan jentik nyamuk di lingkungan sekolah maupun rumah, sekaligus mendorong penerapan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) sejak dini. 

Program ini menyasar lima kecamatan, yakni Pamona Utara, Pamona Puselemba, Poso Pesisir, Poso Pesisir Utara, dan Poso Pesisir Selatan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah dr. Syahriar, M.Kes., Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Poso dr. Taufan Karwur, serta sejumlah kepala OPD terkait. Peserta terdiri atas pengawas sekolah dasar, kepala puskesmas, penanggung jawab program DBD, dan perwakilan sekolah dasar dari wilayah sasaran.

Wabup Soeharto Kandar menyampaikan bahwa Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi salah satu persoalan kesehatan masyarakat yang perlu mendapat perhatian, termasuk karena anak usia sekolah dasar merupakan salah satu kelompok yang rentan terhadap penularan.

“Melalui program ini, siswa-siswi tidak hanya menjadi objek edukasi kesehatan, tetapi turut dilibatkan secara aktif sebagai agen perubahan, sebagai kader kecil yang mampu memantau dan melaporkan keberadaan jentik nyamuk di lingkungan rumah dan sekolah masing-masing.”

Wabup menegaskan, keberhasilan Kadet Jeli membutuhkan sinergi lintas sektor dan tidak dapat hanya dibebankan kepada sektor kesehatan. Karena itu, peran Dinas Pendidikan, Bapelitbangda, camat, pengawas sekolah, kepala sekolah, dan tenaga pendidik diperlukan agar program tersebut dapat menjadi bagian dari budaya dan pembiasaan di lingkungan sekolah.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah dr. Syahriar M.Kes. mengapresiasi inovasi Kadet Jeli yang melibatkan siswa secara langsung sebagai agen perubahan dalam gerakan 3M Plus.

Ia mengungkapkan, pada 2026 Kabupaten Poso tercatat memiliki incidence rate (IR) DBD sebesar nol, demikian pula mortality rate (MR) DBD yang juga tercatat nol.

“Melalui Kadet Jeli, anak-anak tidak hanya belajar mengenali jentik nyamuk, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan bersama untuk menciptakan lingkungan sekolah dan rumah yang bersih, sehat, serta bebas dari tempat berkembang biaknya nyamuk," tegasnya.

Melalui kegiatan advokasi, sosialisasi, dan bimbingan teknis ini, program Kadet Jeli diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan di sekolah dasar Kabupaten Poso, sekaligus membangun kesadaran sejak dini tentang pentingnya menjaga lingkungan sebagai bagian dari upaya mewujudkan generasi yang sehat dan bebas dari ancaman DBD.

Reporter: Saiful Sulayapi
Editor: Udin Salim

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow