Hannah Asa Indonesia Gelar Bootcamp 105 di Palu, Tanamkan Literasi Keuangan Sejak Dini

Yayasan Hannah Asa Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas edukasi keuangan bagi generasi muda. Melalui Bootcamp 105, yayasan ini menggelar pelatihan bertajuk “Membangun Kebiasaan Keuangan Cerdas untuk Generasi Berikutnya” di SD Inpres 2 Kawatuna, Kota Palu, pada Kamis (10/9/2026).

Sep 11, 2026 - 17:05
Hannah Asa Indonesia Gelar Bootcamp 105 di Palu, Tanamkan Literasi Keuangan Sejak Dini
Yayasan Hannah Asa Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas edukasi keuangan bagi generasi muda. Melalui Bootcamp 105, yayasan ini menggelar pelatihan bertajuk “Membangun Kebiasaan Keuangan Cerdas untuk Generasi Berikutnya” di SD Inpres 2 Kawatuna, Kota Palu, pada Kamis (10/9/2026).

PALU, METROSULAWESI.NET – Yayasan Hannah Asa Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas edukasi keuangan bagi generasi muda. Melalui Bootcamp 105, yayasan ini menggelar pelatihan bertajuk “Membangun Kebiasaan Keuangan Cerdas untuk Generasi Berikutnya” di SD Inpres 2 Kawatuna, Kota Palu, pada Kamis (10/9/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WITA ini dikemas sebagai ruang pembelajaran yang interaktif. Anak-anak diperkenalkan pada konsep dasar keuangan melalui pendekatan yang sederhana, menyenangkan, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Membentuk Fondasi Keuangan Sejak Usia Sekolah

Pemateri Bootcamp 105, Siti Nadira, menegaskan bahwa pendidikan keuangan harus ditanamkan sejak usia dini. Kebiasaan yang dibangun sejak anak-anak akan menjadi fondasi kuat saat mereka mengambil keputusan finansial ketika dewasa.

“Kami ingin anak-anak memahami bahwa literasi keuangan bukan sesuatu yang jauh dari kehidupan mereka. Dari hal sederhana seperti mengenal fungsi uang, membedakan kebutuhan dan keinginan, hingga belajar menabung, sebenarnya mereka sudah mulai belajar mengambil keputusan," ujar Siti Nadira.

Ia berharap kebiasaan kecil yang dibangun dari bangku sekolah dasar ini dapat menjadi bekal bagi para siswa untuk lebih bijak mengelola keuangan di masa depan.

Membedakan Kebutuhan vs Keinginan

Dalam program ini, para peserta diajak memahami bahwa pola pikir keuangan yang sehat tidak terbentuk secara instan. Anak-anak dilatih untuk mengenali fungsi dan nilai uang melalui contoh aktivitas sehari-hari di rumah maupun di sekolah.

Hannah Asa Indonesia menekankan pentingnya menentukan prioritas, terutama pemahaman bahwa memiliki uang bukan berarti harus selalu menghabiskannya. Siswa diajarkan cara membedakan antara kebutuhan mendesak (needs) dan keinginan sesaat (wants).

Menabung Jadi Aktivitas Seru dan Menyenangkan

Salah satu fokus menarik dalam Bootcamp 105 adalah mengubah stigma bahwa menabung itu sulit atau membosankan. Lewat pendekatan yang kreatif, menabung diperkenalkan sebagai aktivitas bertahap menggunakan target-target sederhana yang realistis.

Dengan melihat perkembangan uang yang mereka sisihkan, anak-anak mendapatkan pengalaman positif langsung. Proses ini diharapkan bisa memicu kebiasaan menyisihkan uang secara disiplin untuk mencapai tujuan tertentu.

Selain itu, materi edukasi ini juga mengajarkan anak untuk peduli terhadap masa depan. Mereka diajak memahami bahwa setiap keputusan keuangan yang diambil hari ini akan memengaruhi kondisi mereka di kemudian hari.

Melalui Bootcamp 105 di SD Inpres 2 Kawatuna, Hannah Asa Indonesia menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pembelajaran keuangan yang kontekstual. Langkah di lingkungan pendidikan dasar ini diharapkan mampu mencetak generasi yang lebih sadar finansial, mandiri, dan bertanggung jawab terhadap uang sejak dini. (*)

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow