Donggala Tetapkan Tanggap Darurat di Enam Kecamatan

Bupati Donggala Vera Elena Laruni langsung melakukan peninjauan ke lokasi banjir didesa Desa Wani I, Wani II, Wani III, Wani Lumbupetigo, Labuan Lumbubaka, Labuan Kungguma, serta Dusun Sisere, Desa Labuan Toposo.

Jan 14, 2026 - 06:00
 0
Donggala Tetapkan Tanggap Darurat di Enam Kecamatan
Bupati Donggala, Vera Elena Laruni terpaksa dibonceng sepeda motor untuk menembus jalan yang terisolasi akibat banjir, Senin 12 Januari 2026. (Foto: METROSULAWESI/ Tamsyir Ramli)

400 KK Terdampak Banjir di Donggala

DONGGALA, METROSULAWESI.NET - Bupati Donggala Vera Elena Laruni langsung melakukan peninjauan ke lokasi banjir didesa Desa Wani I, Wani II, Wani III, Wani Lumbupetigo, Labuan Lumbubaka, Labuan Kungguma, serta Dusun Sisere, Desa Labuan Toposo.

“Saya telah menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Donggala bersama instansi terkait untuk segera melakukan penanganan darurat, termasuk terhadap infrastruktur yang mengalami kerusakan akibat banjir,” kata Bupati Vera.

“Tadi kita juga berkunjung ke wilayah Labuan Kungguma yang jembatannya putus, dan itu tidak bisa dilewati. Putus sama sekali aksesnya, dan akan kita kerjakan (bangun) jembatan biasa dulu pakai batang kelapa kurang lebih 25 meter,” sebut Vera di sela-sela meninjau Dusun Sisere. 

Ia menjelaskan telah menginstruksikan penanganan cepat terhadap dua wilayah yang hingga kini masih terisolasi, yakni Dusun Sisere yang terputus akibat longsor yang menutup akses jalan, serta Desa Labuan Lumbubaka yang terisolasi akibat jembatan penghubung ambruk diterjang banjir.

“Saya sudah minta tolong sama Dinas PU (Pekerjaan Umum), BPBD, dan instansi terkait agar segera membersihkan material bekas longsor ini, agar akses jalan bagi warga bisa terbuka kembali,” tuturnya.

Selain wilayah Wani, Bupati Vera juga telah meninjau lokasi banjir di Kecamatan Banawa dan Banawa Selatan.

Ia mengatakan untuk dua wilayah tersebut, pemerintah daerah telah melakukan perbaikan pada sejumlah drainase yang diduga tidak mampu menampung luapan air.

“Sementara kita buat drainase-nya. Tapi sekarang yang dari Pasar Ganti ternyata drainasenya yang kita buat itu rusak. Rusak total, enggak mampu menampung besarnya air. Nah, jadi berarti harus dibuat kembali,” tuturnya.

Musibah banjir ini pemerintah menetapkan status tanggap darurat bencana terhadap enam kecamatan yang terdampak banjir. 

“Status tanggap darurat tersebut berlaku sejak 12 hingga 18 Januari 2026, Saya sudah membuat surat untuk kebijakan tanggap darurat bencana agar segera bisa kita melakukan pekerjaan (perbaikan),” ungkapnya.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Donggala, sebanyak 20 desa yang tersebar di enam kecamatan terdampak banjir akibat intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut pada Minggu (11/1).

Akibat bencana ini, tercatat 11 kartu keluarga (KK) mengungsi sebanyak 10 rumah warga dan tiga jembatan penghubung antardesa dilaporkan mengalami kerusakan berat.terdapat sekitar 400 KK yang terdampak.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Udin Salim

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow