BPBD Kewalahan Atasi Karhutla di Parimo

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) tercatat terjadi di sekitar 16 hingga 17 titik yang tersebar di sejumlah wilayah, dengan medan yang sebagian sulit dijangkau dan jauh dari permukiman warga.

Feb 5, 2026 - 08:30
 0
BPBD Kewalahan Atasi Karhutla di Parimo
Kebakaran hutan dan lahan di Desa Avolua, Kabupaten Parigi Moutong. (Foto: Dok/ BPBD Parigi Moutong)

PALU, METROSULAWESI.NET - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) tercatat terjadi di sekitar 16 hingga 17 titik yang tersebar di sejumlah wilayah, dengan medan yang sebagian sulit dijangkau dan jauh dari permukiman warga.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Sulawesi Tengah, Asbudianto, mengatakan titik-titik kebakaran tidak berada dalam satu hamparan, melainkan tersebar di padang alam dan kebun warga.

“Lokasi kebakaran banyak yang jauh dari permukiman, jaraknya bisa tiga sampai lima kilometer dari desa terdekat, bahkan berada di kawasan pegunungan,” ungkapnya.

Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam proses pemadaman. Selain faktor medan, keterbatasan sarana, khususnya mobil tangki air, juga menjadi kendala utama.

“Keterbatasan mobil tangki memang menjadi salah satu kendala, terutama di wilayah selatan,” kata Asbudianto.

Untuk mengatasi hal itu, BPBD Sulteng telah menggeser satu unit mobil tangki dari Luwuk ke Parigi dan menyiagakan unit lainnya di Palu. Ke depan, BPBD juga berencana mendirikan posko tambahan di wilayah Parigi atas arahan Gubernur Sulawesi Tengah.

Meski belum berstatus darurat karhutla, aparat desa dan kecamatan telah disiagakan untuk menghadapi potensi kebakaran susulan, mengingat fenomena kekeringan masih melanda wilayah tersebut.

BPBD Sulteng menegaskan kesiapan penuh apabila terjadi eskalasi kejadian luar biasa, termasuk kemungkinan perluasan kebakaran di wilayah Parigi dan sekitarnya. 

Terpisah, Plt Kepala Pelaksana BPBD Parigi Moutong, Muhammad Rifai, mengatakan pihaknya terus bersiaga menghadapi potensi karhutla yang mulai terjadi sejak Senin (2/2/2026). 
Berbagai upaya penanganan telah dilakukan, termasuk koordinasi lintas sektor dan pengerahan personel gabungan ke lokasi kebakaran.

“Saat ini kami menurunkan 34 personel gabungan, terdiri dari 14 personel BPBD Parigi Moutong, 15 personel Pemadam Kebakaran Parigi Moutong, serta 5 personel Tim Manggala Agni dari Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Sulawesi,” ujar Rifai saat dikonfirmasi melalui telepon, Selasa (3/2/2026).

Untuk mempercepat proses pemadaman, BPBD Parigi Moutong juga menjalin koordinasi dengan instansi terkait di tingkat daerah maupun provinsi. Koordinasi tersebut difokuskan pada penguatan sarana dan prasarana pendukung di lapangan.

Menurut Rifai, keterbatasan armada menjadi salah satu kendala dalam upaya pemadaman api di lokasi karhutla. Oleh karena itu, pihaknya membutuhkan tambahan dukungan berupa mobil tangki air dan mobil pemadam kebakaran.

“Kami telah berkomunikasi untuk penambahan armada, seperti mobil tangki air dan mobil pemadam, agar proses pemadaman bisa lebih cepat dan efektif,” jelasnya.

Selain pengerahan personel, BPBD Parigi Moutong bersama BPBD Provinsi Sulawesi Tengah juga mendirikan posko penanganan di Desa Telawa. Posko tersebut difungsikan untuk mempermudah mobilisasi personel serta menjangkau dua titik lokasi terdampak karhutla.

Pemilihan lokasi posko, kata Rifai, didasarkan pada pertimbangan aksesibilitas dan kondisi lapangan yang memungkinkan koordinasi lebih optimal.

Ke depan, BPBD Parigi Moutong bersama tim gabungan akan melakukan asesmen lanjutan untuk memantau kondisi terkini serta perkembangan titik api di wilayah terdampak kebakaran.

Reporter: Syahril Hantono, Adi Pranata
Editor: Udin Salim

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow