Kades Loli Saluran Kaget Disebut Stunting Tinggi

Kepala Desa Loli Saluran, Agus, kaget ketika disebutkan sebagai desa penyumbang stunting tertinggi se Kecamatan Banawa selama periode tahun 2025. Dia meragukan data yang disampaikan pada kegiatan Pra Musrenbang Tematik Stunting di kantor Camat Banawa, Rabu 28 Januari 2026.

Jan 30, 2026 - 07:45
 0
Kades Loli Saluran Kaget Disebut Stunting Tinggi
Plt Camat Banawa Reza (tengah) didampingi Kapolsek Banawa, kepala Puskesmas Banawa, saat kegiatan Pra Musrenbang Tematik Stuting di kantor Kecamatan Banawa, Rabu 28 Januari 2026. (Foto: METROSULAWESI/ Tamsyir Ramli)

DONGGALA, METROSULAWESI.NET - Kepala Desa Loli Saluran, Agus, kaget ketika disebutkan sebagai desa penyumbang stunting tertinggi se Kecamatan Banawa selama periode tahun 2025. Dia meragukan data yang disampaikan pada kegiatan Pra Musrenbang Tematik Stunting di kantor Camat Banawa, Rabu 28 Januari 2026.

Pada kegiatan itu, Plt Camat Banawa, Reza menyebutkan data tahun 2025 lalu, dari sembilan kelurahan, lima desa yang ada di kecamatan Banawa, desa Loli Saluran tertinggi angka stunting dengan 148 kasus, disusul Kelurahan Kabonga kecil 67 kasus, kelurahan Ganti 59 kasus.

“Kaget juga saya mendengar, Desa Loli Saluran tertinggi angka stunting selama tahun 2025. Padahal pemerintah desa sudah melakukan intervensi, ada yang keliru ini le. Bahkan warga kami yang rajin melakukan pemeriksaan Kesehatan kami berikan sembako,” kata Agus.

Sementara itu Plt Camat Banawa mengatakan, data merupakan acuan untuk bekerja dalam penurunan angka stunting, karena stunting di wilayah Kecamatan Banawa berdasarkan data Dinas Kesehatan mencapai 22,35% dengan 700 kasus anak-anak. 

“Kita harus mensinkronkan data, dan kegiatan hari ini pra musrenbang tematik stunting mencari Solusi membangun kesepahaman agar angka stunting di Banawa bisa dibawah angka 14%,” ucapnya.

“Jadi memang kita harus bekerja dengan data, dan kegiatan hari ini bukan sekedar menggugurkan kewajiban, harus ada output invesatsi jangka Panjang anak-anak kita bebas stunting,” tuturnya.

Tempat yang sama, Kepala Puskesmas Banawa, Ahmad menambahkan, tingginya angka stunting di Banawa dipengaruhi kesadaran masyarakat dalam melakukan pemeriksaan Kesehatan termasuk menolak dilakukan imunisasi.

“Kami di puskesmas rutin melakukan intevensi stunting, cuma Masyarakat kita malas periksa kesehatan. Warga masih rendah atau kurang berkunjung ke Posyandu di setiap desa/kelurahan,” katanya.

Amatan Metrosulawesi petugas yang dipercayakan melakukan pendampingan atau pendataan data stunting di kelurahan/desa masing -masing menyampaiakan  data di forum Pra Musrenbang Tematika Stunting.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syahril Hantono

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow