Gubernur Dorong Dapur MBG Manfaatkan Pangan Lokal
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, mendorong Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memanfaatkan bahan pangan lokal guna menjamin keberlanjutan program sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.
PARIGI, METROSULAWESI.NET - Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, mendorong Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memanfaatkan bahan pangan lokal guna menjamin keberlanjutan program sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.
Dorongan tersebut disampaikan saat meresmikan Dapur MBG pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) NDR Loji di Kelurahan Loji, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, Sabtu (24/1/2026).
Peresmian dapur MBG tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan. Dalam kegiatan itu, Gubernur Anwar Hafid didampingi Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, jajaran pemerintah daerah, unsur forkopimda, serta mitra terkait.
Dalam sambutannya, Anwar Hafid mengapresiasi kualitas sarana dan kesiapan operasional SPPG NDR Loji. Ia menilai dapur MBG tersebut sebagai salah satu yang terbaik dari sejumlah SPPG yang telah ia tinjau di berbagai daerah di Sulawesi Tengah.
“SPPG NDR ini luar biasa. Saya sudah meninjau beberapa SPPG, tetapi yang ini sangat layak. Ruangannya bagus, steril, kebersihannya terjaga, seluruh ruangan ber-AC, dan yang paling penting para karyawannya sangat bersemangat,” ujarnya.
Gubernur menegaskan, standar kebersihan, kelayakan fasilitas, serta profesionalisme sumber daya manusia menjadi faktor utama dalam menjamin kualitas makanan bergizi yang akan didistribusikan kepada masyarakat.
Selain itu, ia menekankan pentingnya pemanfaatan pangan lokal sebagai strategi keberlanjutan program MBG. Menurutnya, seiring bertambahnya jumlah SPPG, kebutuhan bahan pangan akan meningkat signifikan sehingga harus dipersiapkan dari dalam daerah.
“Kalau ada lima SPPG, dikali tiga ribu porsi per hari, tentu kebutuhan bahan pangannya sangat besar. Karena itu, pemerintah desa dan kelurahan harus bersinergi mendorong masyarakat menyiapkan sumber bahan pangan lokal,” jelasnya.
Anwar Hafid menambahkan, program MBG tidak hanya bertujuan meningkatkan asupan gizi masyarakat, tetapi juga diharapkan mampu memberdayakan petani, peternak, dan pelaku UMKM lokal sehingga berdampak pada penguatan ekonomi daerah.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga mengapresiasi langkah Bupati Parigi Moutong yang dinilai telah memiliki terobosan strategis dalam menyiapkan rantai pasok bahan pangan lokal untuk mendukung pelaksanaan MBG secara berkelanjutan.
Dapur MBG SPPG NDR Loji yang dikelola Yayasan Mombangu Tuvu Ntodea ini diharapkan dapat menjadi percontohan bagi SPPG lainnya di Sulawesi Tengah, baik dari sisi pengelolaan, kualitas layanan, maupun kontribusinya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Parigi Moutong. (ril/*)
Apa Reaksimu?
