Tiga Master Taekwondo Sulteng Lulus High Dan Kukkiwon

Tiga anggota Taekwondo Indonesia (TI) asal Sulawesi Tengah yang direkomendasikan Pengprov TI Sulteng sukses menorehkan prestasi membanggakan dengan lulus Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Sabuk Hitam High Dan Kukkiwon. Ujian bergengsi tersebut digelar oleh Pengurus Besar Taekwondo Indonesia pada 13–14 Februari 2026 di Griya Anabatic, Kelapa Dua, Tangerang, Banten.

Feb 20, 2026 - 06:00
 0
Tiga Master Taekwondo Sulteng Lulus High Dan Kukkiwon
Tiga anggota Taekwondo Indonesia (TI) asal Sulawesi Tengah yang direkomendasikan Pengprov TI Sulteng sukses menorehkan prestasi membanggakan dengan lulus Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Sabuk Hitam High Dan Kukkiwon. (Foto: Ist)

PALU, METROSULAWESI.NET - Tiga anggota Taekwondo Indonesia (TI) asal Sulawesi Tengah yang direkomendasikan Pengprov TI Sulteng sukses menorehkan prestasi membanggakan dengan lulus Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Sabuk Hitam High Dan Kukkiwon. Ujian bergengsi tersebut digelar oleh Pengurus Besar Taekwondo Indonesia pada 13–14 Februari 2026 di Griya Anabatic, Kelapa Dua, Tangerang, Banten.

Tiga master yang dinyatakan lulus yakni Master Sumarno Syamsuri,(Donggala) yang meraih Dan 7 Kukkiwon, Master Abdi Tunggal, (Poso) dengan capaian Dan 6 Kukkiwon, serta Master Moh. Nasir (Kota Palu) yang juga meraih Dan 6 Kukkiwon.

Ujian High Dan Kukkiwon menghadirkan tiga penguji berkelas internasional, yakni Grand Master Shin Seung Jung, Grand Master Kwak Yong Min (Perwakilan Kukkiwon di Indonesia), serta Grand Master TB Indra Mulia Zuhri. Dua di antaranya merupakan grand master asal Korea Selatan.

Kegiatan ini diikuti sekitar 100 peserta dari seluruh Indonesia, mulai dari Papua hingga Aceh. Khusus ujian ke Dan 7, tercatat 15 peserta dari sembilan provinsi yang ambil bagian, yakni NTT, Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Lampung, Sulawesi Tengah, Kalimantan Timur, DIY, dan DKI Jakarta.

Sulteng Kini Berwenang Gelar Ujian hingga Dan 5

Kelulusan tersebut menjadi tonggak penting bagi perkembangan taekwondo di Sulawesi Tengah. Dengan capaian ini, Sulteng kini memiliki kewenangan untuk melaksanakan ujian sabuk hitam hingga tingkat Dan 5 Kukkiwon atau level internasional.

Artinya, pembinaan atlet dan peningkatan kualitas pelatih di daerah tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pelaksanaan ujian di luar provinsi.

Tak hanya itu, enam perwakilan Taekwondo Sulteng juga mengikuti kegiatan penyegaran penguji yang digelar Pengurus Besar Taekwondo Indonesia pada 9–13 Februari 2026 di lokasi yang sama.

Enam perwakilan tersebut adalah: Master Sumarno Syamsuri (Lisensi Penguji Internasional); Master Abdi Tunggal; Master Moh. Nasir; Sabeum Nim Muh. Nur Passau; Sabeum Nim Feibert Piethers Warouw; dan Sabeum Nim Moh. Anwar Makawaru

Kegiatan penyegaran ini diikuti seluruh penguji taekwondo berlisensi nasional dengan total peserta gelombang 1 dan 2 mencapai sekitar 391 orang.

Selain memperpanjang lisensi penguji nasional, agenda ini juga menjadi ajang sosialisasi kurikulum ujian terbaru taekwondo yang wajib diterapkan secara global. Materi terbaru tersebut meliputi: New Basic Movement untuk Geup 1 sampai Dan 5; New Basic Dan 6 sampai Dan 9; dan Hosinsul Step 1 sampai Step 3.

Seluruh kurikulum baru tersebut wajib dipraktikkan dalam setiap pelaksanaan ujian. Di Sulawesi Tengah, penerapan materi terbaru akan dimulai pada pelaksanaan Ujian Kenaikan Tingkat Geup dan ujian kenaikan sabuk hitam yang direncanakan digelar Pengprov TI Sulteng pada awal April 2026.

Ketua Umum Pengprov TI Sulteng Mayjen TNI Dody Triwinarto melalui Sekretaris Umum Budi Yuwono menegaskan bahwa penyegaran lisensi pelatih maupun penguji merupakan bagian dari program kerja organisasi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) taekwondo di Sulawesi Tengah.

“Peningkatan kualitas dimulai dari pelatih dan penguji. Jika SDM pelatih dan penguji kuat serta mengikuti kurikulum terbaru, maka pembinaan atlet juga akan semakin terarah dan profesional. Ini bagian dari upaya kita mendorong prestasi taekwondo Sulteng menuju Sulteng besar atau nambaso,” ujar Budi.

Ia juga mengungkapkan bahwa dalam satu dekade terakhir, taekwondo Sulteng menunjukkan tren prestasi yang positif di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON).

Setelah memecah kebuntuan medali emas pada PON 2021 dengan raihan satu emas dan dua perak, prestasi tersebut berlanjut pada PON 2024 dengan torehan satu perak dan tiga perunggu.

Capaian itu dinilai sebagai bukti bahwa pembinaan berkelanjutan, termasuk peningkatan kualitas pelatih dan penguji, berdampak nyata terhadap prestasi atlet di level nasional.

“Pengprov TI Sulteng optimistis, dengan penguatan struktur pembinaan dan penerapan kurikulum terbaru, taekwondo Sulteng akan terus melahirkan prestasi membanggakan di masa mendatang,” tutup Budi.

Reporter: Adi Pranata
Editor: Syahril Hantono 

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow