Polemik KONI Palu Selesai, Reynold Segera Dilantik
Polemik panjang yang mewarnai Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot) KONI Kota Palu akhirnya berakhir. KONI Provinsi Sulawesi Tengah secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pengurus KONI Kota Palu periode 2025–2029 yang diketuai Reynold Kasruddin.
PALU, METROSULAWESI.NET - Polemik panjang yang mewarnai Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot) KONI Kota Palu akhirnya berakhir. KONI Provinsi Sulawesi Tengah secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pengurus KONI Kota Palu periode 2025–2029 yang diketuai Reynold Kasruddin.
Penyerahan SK dilakukan langsung oleh Wakil Ketua Umum I KONI Sulteng, Helmy Umar, kepada perwakilan KONI Kota Palu yang diwakili Ketua Harian, Akram Agus, Rabu (4/3) petang.
Helmy Umar menegaskan bahwa dinamika yang terjadi murni persoalan organisasi dan tidak ada unsur politisasi dalam prosesnya. Menurutnya, polemik muncul karena adanya pihak yang mengajukan gugatan atas hasil Musorkot, sehingga KONI Sulteng harus menyikapi secara hati-hati.
“Ini murni dinamika organisasi. Tidak ada politisasi dalam hal ini. Karena dalam prosesnya memang ada yang menggugat, maka kami tetap menyahuti dan berhati-hati dalam mengambil keputusan,” tegas Helmy.
Ia juga meluruskan persepsi terkait peran KONI Pusat dalam polemik tersebut. Menurut Helmy, KONI Pusat tidak memiliki legal standing untuk mencampuri langsung urusan internal daerah, melainkan berperan sebagai pembina yang memberikan arahan.
“Pada prinsipnya, KONI Pusat adalah orang tua yang memberi arahan. Dari situ sempat keluar surat caretaker dan kemudian pencabutan rekomendasi. Tapi keputusan organisasi tetap menjadi kewenangan sesuai mekanisme,” jelasnya.
Sebelumnya, polemik Musorkot KONI Kota Palu sempat berujung pada terbitnya rekomendasi penyelesaian dari KONI Pusat melalui Surat Nomor 96/ORG/II/2026. Rekomendasi itu kemudian dicabut melalui Surat Nomor 155/ORG/II/2026. Dalam proses tersebut, KONI Sulteng juga sempat menerbitkan SK penunjukan caretaker guna menjaga stabilitas organisasi.
Namun setelah seluruh proses klarifikasi dan dinamika diselesaikan, KONI Sulteng menyatakan patuh terhadap arahan organisasi di atasnya serta memastikan kepastian kepengurusan di tingkat kota.
“Kami patuh kepada KONI Pusat dan hari ini mengeluarkan SK keputusan untuk KONI Kota Palu. Sekali lagi, tidak ada politisasi,” ulang Helmy.
Ia menambahkan, percepatan penerbitan SK juga dilakukan agar tidak mengganggu agenda olahraga daerah, khususnya persiapan pra–Chef de Mission (pra-CDM) menuju Porprov Sulawesi Tengah 2026 di Morowali.
“Kami tidak ingin dinamika ini mengganggu persiapan pra-CDM Porprov 2026 Morowali. Kepastian organisasi harus segera ada agar pembinaan atlet tetap berjalan,” pungkasnya.
Reporter: Adi Pranata
Editor: Syahril Hantono
Apa Reaksimu?
