Bupati Launching Rehabilitasi DAS Saluopa: Perkuat Komitmen Pelestarian Lingkungan dan Kawasan Wisata

Bupati Poso, Verna G.M. Inkiriwang bersama Wakil Bupati Poso, H. Soeharto Kandar, meluncurkan rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Saluopa dan Tourism Information Center Air Terjun Saluopa di Desa Wera, Kecamatan Pamona Puselemba, Jumat 12 Juni 2026.

Jun 16, 2026 - 05:47
Bupati Launching Rehabilitasi DAS Saluopa: Perkuat Komitmen Pelestarian Lingkungan dan Kawasan Wisata
Bupati Poso, Verna G.M. Inkiriwang bersama Wakil Bupati Poso, H. Soeharto Kandar, meluncurkan rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Saluopa dan Tourism Information Center Air Terjun Saluopa di Desa Wera, Kecamatan Pamona Puselemba, Jumat 12 Juni 2026. FOTO: IST

POSO, METROSULAWESI.NET- Bupati Poso, Verna G.M. Inkiriwang bersama Wakil Bupati Poso, H. Soeharto Kandar, meluncurkan rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Saluopa dan Tourism Information Center Air Terjun Saluopa di Desa Wera, Kecamatan Pamona Puselemba, Jumat 12 Juni 2026.

Kegiatan tersebut turut dirangkaikan dengan penyerahan bibit pohon, pemasangan tanda larangan, serta penanaman pohon dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Kabupaten Poso, Samuel Munda, Sekretaris Daerah Kabupaten Poso, Heningsih E.G. Tampai, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tengah dan kepala OPD terkait.

 Bupati Poso menyampaikan bahwa rehabilitasi DAS Saluopa bukan sekadar kegiatan seremonial penanaman pohon, tetapi menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam.

Air Terjun Saluopa merupakan salah satu destinasi wisata alam unggulan Kabupaten Poso yang memiliki nilai ekologis, ekonomi, dan sosial. Selain menjadi daya tarik wisata, kawasan tersebut juga berfungsi sebagai daerah tangkapan air yang mendukung kehidupan masyarakat di sekitarnya.

Bupati mengingatkan bahwa kawasan DAS Saluopa menghadapi berbagai tantangan, antara lain berkurangnya tutupan vegetasi serta aktivitas yang berpotensi mengganggu kelestarian hutan. Kondisi tersebut dapat berdampak pada kualitas lingkungan, ketersediaan sumber air, dan meningkatnya risiko bencana ekologis.

Karena itu, rehabilitasi DAS Saluopa menjadi langkah penting untuk memulihkan fungsi kawasan melalui penanaman pohon dan penghijauan. Upaya tersebut membutuhkan keterlibatan aktif pemerintah, masyarakat, dunia usaha, komunitas lingkungan, lembaga pendidikan, serta generasi muda.

 “Hutan bukan hanya warisan yang kita terima dari generasi sebelumnya, tetapi juga titipan yang harus kita jaga untuk generasi yang akan datang,” demikian pesan Bupati.

Pemerintah Kabupaten Poso berharap gerakan rehabilitasi DAS Saluopa dapat menjadi awal dari langkah-langkah yang lebih luas dalam membangun budaya cinta lingkungan, menjaga keseimbangan ekosistem, serta mengembangkan kawasan wisata yang tetap berorientasi pada prinsip keberlanjutan. (pul)

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow