BRMP Sosialisi dan Tanam Perdana, Dandim: Kehadiran TNI sebagai Motivator

Juli 31, 2026 - 11:00
BRMP Sosialisi dan Tanam Perdana, Dandim: Kehadiran TNI sebagai Motivator
Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Tengah melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Tanam Perdana Program Budidaya PM – AAS di Wilayah Kodim 1307/Poso, Selasa 28 juli 2026. (Foto: Ist)

POSO, METROSULAWESI.NET - Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Tengah melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Tanam Perdana Program Budidaya PM – AAS di Wilayah Kodim 1307/Poso, Selasa 28 juli 2026.

Kegiatan ini dihadiri Bupati Poso diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Poso, Abdul Kahar Latjare, Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Tengah, Ruslan Boy, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Poso, Mustafa A. Tohan, Perwakilan Dirjem Kementerian Pertanian, Delci Kemur, bersam Tim kerja, Sekcam Pamona Puselemba, Deby Hasan, Danramil 1307-02 Pamona Puselemba diwakili Babinsa Tonusu Serda Yeslar Bandola. 

Kepala BRMP Sulteng, Ruslan Boy menyampaikan, pentingnya penerapan inovasi teknologi dalam Program PM-AAS sebagai upaya percepatan peningkatan produktivitas padi serta menyampaikan dukungan penuh terhadap sinergi antara pemerintah pusat, daerah, penyuluh, dan petani dalam mewujudkan pertanian yang modern, efisien, dan berkelanjutan di Kabupaten Poso.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Poso, Abdul Kahar Latjare menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada kementerian pertanian melalui balai penerapan modernisasi pertanian sulawesi tengah yang telah memilih Kabupaten Poso sebagai salah satu lokasi pelaksanaan program strategis nasional ini.

“Kabupaten poso memiliki potensi lahan pertanian yang luas dan subur. potensi tersebut harus dikelola secara optimal dengan memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga mampu menghasilkan produksi yang lebih tinggi, berkualitas, dan berdaya saing," tegasnya.

Lanjutnya Kita berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, perguruan tinggi, kelompok tani, dan seluruh stakeholder terus diperkuat. keberhasilan pembangunan pertanian tidak dapat dicapai sendiri-sendiri, melainkan melalui kolaborasi yang berkelanjutan.

Danramil 1307-02 Pamona Utara Kapten Inf Jhoni Palandi mengatakan kehadiran TNI dalam penyuluhan pertanian adalah sebagai motivator, fasilitator, dan mitra pendamping bagi penyuluh pertanian serta petani guna mendukung program swasembada dan ketahanan pangan nasional

Menurutnya, TNI ikut pendampingan lapangan dengan tujuan membantu penyuluh resmi dari pemerintah dalam memotivasi petani agar meningkatkan indeks produksi tanaman seperti padi, jagung, dan palawija.

"Serta TNI menjadi jembatan komunikasi, membantu menyosialisasikan kebijakan atau informasi teknis baru dari pemerintah agar lebih mudah diterima dan dipahami,” tutupnya.

Reporter: Saiful Sulayapi 
Editor: Udin Salim

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow