Perkuat Keselamatan Pelayaran, Pelindo Regional 4 dan BMKG Hadirkan Sistem Pemantauan Cuaca Maritim di Pelabuhan Pantoloan
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Pantoloan terus memperkuat komitmennya dalam mendukung keselamatan pelayaran dan peningkatan kualitas layanan kepelabuhanan melalui kolaborasi strategis dengan BMKG Stasiun Meteorologi Mutiara SIS Al-Jufri Palu.
PALU, METROSULAWESI.NET- PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Pantoloan terus memperkuat komitmennya dalam mendukung keselamatan pelayaran dan peningkatan kualitas layanan kepelabuhanan melalui kolaborasi strategis dengan BMKG Stasiun Meteorologi Mutiara SIS Al-Jufri Palu. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) tentang Penggunaan Sementara Sebagian Area Dermaga PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Pantoloan untuk Penempatan Peralatan Marine Automatic Weather Station (MAWS) yang dilaksanakan pada Kamis (30/7) di Kantor BMKG Stasiun Meteorologi Mutiara SIS Al-Jufri Palu.
Nota kesepahaman ditandatangani oleh General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Pantoloan, Chaerur Rijal, bersama Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Mutiara SIS Al-Jufri Palu, Taufiq Hidayah, S.Si., M.Si. Kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara Pelindo dan BMKG guna menghadirkan sistem pemantauan cuaca maritim yang semakin akurat, cepat, dan andal sebagai bagian dari upaya meningkatkan keselamatan pelayaran serta mendukung kelancaran aktivitas kepelabuhanan di Sulawesi Tengah.
Marine Automatic Weather Station (MAWS) merupakan perangkat observasi meteorologi otomatis yang dirancang untuk mengukur berbagai parameter cuaca, seperti kecepatan dan arah angin, suhu udara, kelembapan, tekanan udara, curah hujan, serta parameter meteorologi lainnya secara real time. Data yang dihasilkan akan menjadi bagian dari jaringan informasi meteorologi maritim BMKG yang dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan keputusan operasional pelabuhan, mitigasi risiko cuaca ekstrem, serta penyampaian informasi cuaca kepada pengguna jasa pelabuhan dan pelaku transportasi laut.
Melalui kerja sama ini, Pelindo Regional 4 Pantoloan memberikan dukungan berupa penggunaan sementara sebagian area dermaga Pelabuhan Pantoloan sebagai lokasi pemasangan perangkat MAWS. Penempatan perangkat tersebut diharapkan mampu memperkuat jaringan pengamatan cuaca maritim di wilayah Sulawesi Tengah sehingga layanan informasi cuaca menjadi lebih akurat, cepat, dan mampu mendukung keselamatan pelayaran maupun kelancaran distribusi logistik.
General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Pantoloan, Chaerur Rijal, mengatakan bahwa keselamatan merupakan fondasi utama dalam penyelenggaraan layanan kepelabuhanan. Oleh karena itu, kolaborasi dengan BMKG menjadi salah satu langkah nyata perusahaan dalam menghadirkan layanan yang semakin aman, modern, dan berkelanjutan.
"Keselamatan pelayaran merupakan prioritas utama dalam penyelenggaraan layanan kepelabuhanan. Melalui kerja sama dengan BMKG Sis Al-Jufri Palu, Pelindo Regional 4 Pantoloan mendukung penyediaan data meteorologi maritim yang semakin akurat sebagai bagian dari upaya meningkatkan keselamatan pelayaran, kelancaran operasional pelabuhan, serta kualitas pelayanan kepada seluruh pengguna jasa. Sinergi ini juga mencerminkan komitmen Pelindo untuk terus berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam menghadirkan layanan kepelabuhanan yang andal, adaptif, dan berstandar internasional," ujar Chaerur Rijal.
Sementara itu, Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Mutiara SIS Al-Jufri Palu, Taufiq Hidayah, S.Si., M.Si., menyampaikan bahwa keberadaan MAWS di kawasan Pelabuhan Pantoloan akan memperkuat sistem observasi cuaca maritim di Sulawesi Tengah.
"Kami mengapresiasi dukungan Pelindo Regional 4 Pantoloan dalam penyediaan lokasi pemasangan Marine Automatic Weather Station. Kehadiran perangkat ini akan memperluas cakupan pengamatan meteorologi maritim sehingga informasi cuaca yang kami hasilkan menjadi lebih akurat, cepat, dan dapat dimanfaatkan oleh operator pelabuhan, pelaku pelayaran, nelayan, serta masyarakat sebagai dasar pengambilan keputusan yang berkaitan dengan keselamatan aktivitas di laut," kata Taufiq Hidayah.
Kolaborasi ini merupakan wujud sinergi Pelindo dan lembaga pemerintah dalam mendukung transformasi sektor maritim nasional melalui pemanfaatan teknologi dan penguatan sistem mitigasi risiko. Ketersediaan data cuaca maritim yang akurat di kawasan Pelabuhan Pantoloan diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat keselamatan pelayaran, mengurangi potensi risiko akibat cuaca ekstrem, serta mendukung kelancaran arus logistik di kawasan Indonesia Timur.
Sebagai bagian dari Pelindo Group, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Pantoloan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem kepelabuhanan yang modern, aman, dan berkelanjutan. Melalui transformasi layanan berbasis digital, penguatan tata kelola, serta sinergi lintas sektor, Pelindo berkomitmen menghadirkan pelabuhan yang tidak hanya menjadi simpul logistik nasional, tetapi juga mendukung terciptanya transportasi laut yang selamat, efisien, dan berdaya saing. (adv)
Apa Reaksimu?

