Perkuat Ketangguhan Operasional, Pelindo TPK Pantoloan Uji Efektivitas BCMS melalui Live Exercise ISO 22301
Pelindo TPK Pantoloan kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga keandalan layanan kepelabuhanan melalui penyelenggaraan Live Exercise Sistem Manajemen Keberlangsungan Bisnis (Business Continuity Management System/BCMS) ISO 22301:2019.
PALU, METROSULAWESI.NET- Pelindo TPK Pantoloan kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga keandalan layanan kepelabuhanan melalui penyelenggaraan Live Exercise Sistem Manajemen Keberlangsungan Bisnis (Business Continuity Management System/BCMS) ISO 22301:2019.
Simulasi berskala penuh yang berlangsung selama tiga hari, 27–29 Juli 2026, ini menjadi bagian dari upaya perusahaan memastikan operasional terminal tetap berjalan secara aman, cepat, dan terkendali meskipun menghadapi berbagai potensi gangguan.
Kegiatan yang dilaksanakan di Terminal Petikemas Pantoloan tersebut merupakan bagian dari implementasi Sistem Manajemen Keberlangsungan Bisnis di lingkungan PT Pelindo Terminal Petikemas. Pelaksanaan Live Exercise difasilitasi oleh Konsultan Kerabat Arto Segoro yang ditunjuk oleh Direksi PT Pelindo Terminal Petikemas untuk mendampingi proses pengujian efektivitas implementasi BCMS ISO 22301 di unit kerja cabang terminal.
Dalam simulasi tersebut melibatkan seluruh pekerja perusahaan, mulai dari pekerja organik, tenaga alih daya (TAD) operasional, petugas keamanan (security), tim maintenance, hingga customer service, sehingga seluruh fungsi dinas dapat diuji dalam menghadapi kondisi darurat secara terpadu.
Live Exercise diawali dengan simulasi gangguan sistem teknologi informasi yang menyebabkan aplikasi operasional mengalami down. Kondisi tersebut mendorong perusahaan mengaktifkan Business Continuity Plan (BCP) Level 3, sehingga seluruh proses pelayanan terminal dialihkan ke mekanisme operasional manual untuk memastikan aktivitas logistik tetap berjalan tanpa mengurangi aspek keselamatan, keamanan, dan kualitas layanan kepada pelanggan.
Selanjutnya, peserta menjalankan serangkaian skenario yang disusun menyerupai kondisi nyata, mulai dari pelayanan receiving dan delivery secara manual, penanganan ancaman keamanan berupa aksi demonstrasi pengemudi trucking eksternal Jasa Pengurusan Transportasi (JPT), operasional manual kegiatan bongkaran peti kemas, respons terhadap insiden tumpahan oli dari armada trucking JPT yang berpotensi mencemari lingkungan, hingga simulasi penanganan kebakaran pada peti kemas.
Setiap tahapan menguji kemampuan personel dalam mengambil keputusan secara cepat, menjaga komunikasi lintas dinas, mengendalikan risiko, serta memastikan kesinambungan proses bisnis sesuai standar ISO 22301. Simulasi kemudian ditutup dengan skenario pemulihan sistem, di mana Terminal Operating System (TOS) Nusantara kembali beroperasi normal sehingga status Business Continuity Plan (BCP) Level 3 dinonaktifkan dan seluruh aktivitas terminal kembali berjalan normal.
Terminal Head Pelindo TPK Pantoloan, Chaerur Rijal, mengatakan bahwa keberhasilan sebuah organisasi tidak hanya diukur dari kemampuan menjalankan operasional pada kondisi normal, tetapi juga dari ketangguhannya dalam mempertahankan pelayanan ketika menghadapi gangguan sekecil apapun itu.
"Melalui Live Exercise ISO 22301 ini, kami menguji tidak hanya kesiapan sistem, tetapi juga kemampuan seluruh personel dalam mengambil keputusan, berkoordinasi, berkomunikasi, serta melaksanakan prosedur pemulihan secara cepat dan efektif. Harapannya, apabila terjadi kondisi nyata, seluruh proses penanganan dapat berjalan optimal sehingga pelayanan kepada pelanggan tetap terjaga," ujar Terminal Head Pelindo TPK Pantoloan.
Pelaksanaan Live Exercise ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen PT Pelindo Terminal Petikemas dalam memastikan implementasi ISO 22301 berjalan secara konsisten di seluruh unit dan cabang terminal yang dikelola. Pendampingan oleh Konsultan Kerabat Arto Segoro diharapkan mampu memberikan evaluasi objektif terhadap efektivitas penerapan Business Continuity Management System (BCMS), sekaligus menghasilkan rekomendasi perbaikan untuk meningkatkan kesiapsiagaan organisasi dalam menghadapi berbagai potensi gangguan operasional.
Melalui penguatan tata kelola berbasis manajemen risiko, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta penyelenggaraan simulasi secara berkala, Pelindo TPK Pantoloan terus membangun organisasi yang tangguh (resilient organization) guna menghadirkan layanan terminal peti kemas yang aman, andal, efisien, dan berstandar internasional dalam mendukung kelancaran logistik nasional. (adv)
Apa Reaksimu?

