Wawali Ajak Pelaku UMKM Transformasi Usaha

Wakil Wali (Wawali) Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin mengajak para pelaku UMKM harus mulai berpikir untuk melakukan transformasi usaha dari pola konvensional menuju usaha yang lebih modern dan berdaya saing.

Jun 16, 2026 - 05:44
Wawali Ajak Pelaku UMKM Transformasi Usaha
Wakil Wali (Wawali) Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin saat membuka Pesta Wirausaha Palu (PWP) Tahun 2026 yang berlangsung di Tanaris Coffee, Kota Palu, Sabtu 13 Juni 2026. FOTO: DISKOMINFOSANTIK KOTA PALU

PALU, METROSULAWESI.NET- Wakil Wali (Wawali) Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin mengajak para pelaku UMKM harus mulai berpikir untuk melakukan transformasi usaha dari pola konvensional menuju usaha yang lebih modern dan berdaya saing.

“Dari yang konvensional, kita harus scale up, kita harus naik level. UMKM yang naik kelas manfaatnya jauh lebih luas, tentu pendapatannya juga akan meningkat,” katanya saat membuka Pesta Wirausaha Palu (PWP) Tahun 2026 yang berlangsung di Tanaris Coffee, Kota Palu, Sabtu 13 Juni 2026.

Kegiatan yang mengusung tema “Local to the Next Level” tersebut diselenggarakan oleh Komunitas Tangan Di Atas (TDA) Palu dan diikuti sekitar 400 peserta yang berasal dari berbagai kalangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), komunitas bisnis, serta generasi muda yang tertarik mengembangkan dunia kewirausahaan.

Wawali mengungkapkan, dirinya juga berangkat dari dunia wirausaha sehingga memahami berbagai tantangan yang dihadapi para pelaku usaha dalam mengembangkan bisnis.

“Saya berangkat dari seorang wirausahawan juga. Pengusaha UMKM adalah penggerak roda ekonomi. Saat kita mengalami bencana, para pengusaha UMKM tetap eksis. Ketika pandemi Covid-19 melanda, para pelaku UMKM juga mampu bertahan dan terus bergerak,” ujar wakil wali kota.

Di bagian lain, Wawali menekankan pentingnya legalitas dan standarisasi produk sebagai langkah awal agar UMKM dapat berkembang lebih jauh.

Wakil wali kota mengingatkan bahwa setiap produk harus memiliki label halal serta izin usaha yang jelas agar lebih dipercaya oleh konsumen.

“Semua produk harus berlabel halal, kemudian kita juga harus memiliki izin usaha. Kadang orang melihat bukan hanya isi produknya, tetapi juga kemasannya. Kita masih kalah dalam hal packaging,” ungkap wakil wali kota.

Karena itu, Wawali berharap Komunitas TDA Palu dapat terus memberikan pendampingan kepada para pelaku UMKM, khususnya dalam aspek pengemasan produk, pemasaran, legalitas usaha, hingga pengembangan kapasitas bisnis.

Dia juga berharap kegiatan-kegiatan serupa ke depan dapat melibatkan sektor perbankan agar pelaku usaha memperoleh akses yang lebih luas terhadap pembiayaan dan penguatan modal usaha.

“Saya berharap pada kegiatan berikutnya pihak perbankan juga dilibatkan, sehingga para pelaku UMKM mendapatkan informasi dan akses yang lebih baik untuk mengembangkan usahanya,” kata Wawali.

 “Bagaimana produk kita bisa keluar dari Kota Palu dan dinikmati oleh masyarakat di berbagai daerah. Itulah tantangan sekaligus peluang yang harus kita raih bersama,” tambah wakil wali kota.

Mengakhiri sambutannya, Wakil Wali Kota Imelda mengucapkan selamat kepada seluruh peserta yang mengikuti kegiatan tersebut dan berharap Pesta Wirausaha Palu 2026 dapat berjalan lancar serta memberikan manfaat nyata bagi kemajuan UMKM di Kota Palu.

“Selamat mengikuti Pesta Wirausaha Palu 2026. Insyaallah kegiatan ini berjalan lancar dan memberikan banyak manfaat bagi pengembangan usaha para peserta,” tutup wakil wali kota. (din/*)

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow